Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 21 Feb 2025 17:14 WIB ·

Bengkalis Cetak Rekor: Seluruh Desa Mandiri Lewat Pendamping Strategis


					Bengkalis Cetak Rekor: Seluruh Desa Mandiri Lewat Pendamping Strategis Perbesar

Bengkalis, Riau [DESA MERDEKA] – Kabupaten Bengkalis resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir pembangunan desa di Provinsi Riau. Melalui penyerahan SK kepada 318 tenaga pendamping desa bidang ekonomi dan pembangunan tahun 2025, Bupati Kasmarni menegaskan bahwa keberhasilan menyabet status “Desa Mandiri” 100% merupakan buah kerja keras kolektif di lapangan.

Penyerahan SK yang berlangsung di Balai Kerapatan Adat Wisma Daerah Sri Mahkota, Rabu (12/2/2025), bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah penguatan visi daerah, di mana para pendamping kini memikul tanggung jawab baru: menuntaskan kemiskinan ekstrem, menekan angka stunting, hingga menjaga ketahanan pangan masyarakat desa.

Bupati Kasmarni Saat Menyampaikan Arahan Pada Penyerahan SK Bupati Bengkalis Tentang Pengangkatan Tenaga Pendamping Desa/Kelurahan Bidang Ekonomi dan Pembangunan se-Kabupaten Bengkalis Tahun 2025.

Lonjakan Ekonomi dan Legalitas BUM Desa
Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol adalah transformasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Tercatat, pada tahun 2024 sebanyak 128 BUM Desa telah sah berbadan hukum, melonjak drastis dari hanya 44 unit pada tahun 2021. Sektor ini pun telah menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADesa) pada kisaran Rp1,8 hingga Rp1,9 miliar per tahun.

Bupati Kasmarni mengapresiasi capaian ini yang membawa Bengkalis meraih penghargaan dari Kemendes PDTT. “Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Riau. Saya minta keberadaan pendamping desa dimanfaatkan secara optimal oleh Camat hingga Kepala Desa,” tegasnya.

Fokus 2025: Efisiensi dan Program Berdampak
Memasuki tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menekankan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas program strategis. Plt. Kepala Dinas PMD, Andris Wasono, menambahkan bahwa pendamping desa wajib memastikan program unggulan Bupati menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Sinergi antara pendamping dan perangkat desa menjadi kunci agar klasifikasi BUM Desa terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat terjaga. Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor, Bengkalis optimistis tren kemandirian desa ini akan terus berkelanjutan dan menjadi rujukan nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA