Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 6 Des 2025 15:30 WIB ·

Bencana Aceh: 50% Lebih Desa Terdampak, 325 Wafat


					Bencana Aceh: 50% Lebih Desa Terdampak, 325 Wafat Perbesar

Lebih dari 50 Persen Desa di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor, Kerugian Infrastruktur Capai Ratusan Titik

Banda Aceh, Aceh [DESA MERDEKA] – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh menyebabkan dampak masif, di mana lebih dari 50 persen desa atau gampong di provinsi tersebut terdampak. Juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan data ini dalam konferensi pers pada Kamis (4/12). Secara keseluruhan, bencana ini telah melanda 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh, mencakup 229 kecamatan dan total 3.310 desa yang terdampak dari 6.497 total desa yang ada.

Skala bencana ini juga diperburuk dengan bertambahnya jumlah korban jiwa di tiga provinsi Sumatra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis (4/12) sore, total korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 836 orang.

Secara rinci, Aceh menjadi provinsi dengan korban jiwa terbanyak dengan 325 korban meninggal dunia. Sementara itu, Sumut mencatatkan 311 korban wafat dan Sumbar sebanyak 200 korban wafat. Di samping korban meninggal, jumlah korban hilang yang masih dalam pencarian di Aceh tercatat sebanyak 170 orang. Total korban hilang di tiga provinsi tersebut mencapai 518 jiwa.

Juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA

Status Darurat dan Kerusakan Infrastruktur
Muhammad MTA menjelaskan, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, 15 daerah di antaranya telah ditetapkan dalam posisi siaga darurat. Daerah tersebut meliputi Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Nagan Raya.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota lainnya berada dalam status lebih tinggi, yakni tanggap darurat. Ketiga wilayah tersebut adalah Aceh Barat, Aceh Besar, dan Pidie.

Selain korban jiwa, kerugian material dan kerusakan fasilitas umum akibat bencana ini juga sangat besar dan tersebar luas. Kerusakan yang dilaporkan meliputi:

  • Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan: 201 unit sekolah rusak, 64 unit pondok pesantren rusak, serta 204 unit rumah sakit/puskesmas rusak.
  • Fasilitas Publik: 138 unit perkantoran rusak, 51 unit tempat ibadah rusak.
  • Infrastruktur Vital: Terjadi kerusakan pada 302 titik jalan dan 152 unit jembatan.
  • Kerugian Harta Benda: 78.076 unit rumah terendam atau rusak, 182 ekor ternak hilang atau mati, 55.404 hektar sawah, dan 12.700 hektar kebun mengalami kerusakan parah.

Tingginya angka kerusakan ini menunjukkan urgensi penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur secara menyeluruh pascabencana di Tanah Rencong. Tim gabungan dari pemerintah daerah, BNPB, TNI/Polri, dan relawan masih terus berupaya maksimal dalam pencarian korban hilang dan penanganan dampak bencana di seluruh wilayah terdampak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD