Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 23 Jan 2025 17:02 WIB ·

Bau Menyengat Desa: Perjuangan Tanjungrejo Atasi Sampah


					Warga Desa Tanjungrejo beraktivitas di tengah bayang-bayang TPA, mendambakan solusi lingkungan bersih dari masalah sampah yang bertahun-tahun menghantui. Perbesar

Warga Desa Tanjungrejo beraktivitas di tengah bayang-bayang TPA, mendambakan solusi lingkungan bersih dari masalah sampah yang bertahun-tahun menghantui.

Kudus [DESA MERDEKA] Sejak lama, Desa Tanjungrejo, Kabupaten Kudus, menghadapi dilema klasik yang tak kunjung usai: carut-marutnya pengelolaan sampah. Beban masalah ini bukan hanya menjadi keluhan warga, tetapi juga dirasakan langsung oleh Kepala Desa Kristian Rahadianto, yang baru saja memimpin desa tersebut. Ia mengakui, penanganan sampah menjadi prioritas utama yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Sumber masalah utama bersumber dari keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo milik Pemerintah Kabupaten Kudus. TPA yang telah beroperasi sejak 1991 ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar, khususnya warga RW 9 dan RW 10 yang permukimannya berdekatan. Bau menyengat yang menusuk hidung, populasi lalat yang terus meningkat, hingga potensi pencemaran lingkungan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.

“Masalahnya bukan hanya pada lokasi TPA, tetapi juga pada pengelolaannya,” tegas Kristian. Berbagai upaya telah ditempuh, namun hasil yang dicapai masih jauh dari harapan. Warga pun menyuarakan kekecewaan senada. Nur Widianto, perwakilan warga RW 10, tidak menampik rasa frustrasinya atas penanganan permasalahan sampah Desa Tanjungrejo yang terkesan lamban.

“Kami ingin ada solusi konkret, bukan hanya janji-janji,” ujar Nur, mewakili harapan sederhana masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat. Kegelisahan ini mendorong mereka untuk tidak berpangku tangan. Inisiatif mandiri, seperti pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, telah mulai digalakkan. Namun, Nur mengakui, upaya ini masih memerlukan dukungan dan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Kristian Rahadianto berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. “Kami membutuhkan solusi pengelolaan sampah jangka panjang, seperti teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan,” imbuhnya. Lebih lanjut, sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik juga perlu ditingkatkan secara masif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Kisah Desa Tanjungrejo ini adalah cerminan nyata dari tantangan pengelolaan sampah yang masih membelit banyak daerah di Indonesia. Dampak TPA Tanjungrejo yang dirasakan warga menjadi pengingat betapa krusialnya komitmen kuat dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak terkait untuk mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Tanpa langkah konkret, masalah sampah akan terus menjadi benang kusut yang tak terurai.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN