Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 14 Feb 2026 22:56 WIB ·

Batik Ciprat Karangtengah Kini Muncul di Radar Digital


					Batik Ciprat Karangtengah Kini Muncul di Radar Digital Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Produk lokal tidak lagi sekadar tentang cara memproduksi, tapi tentang bagaimana dunia menemukannya. Mahasiswa KKN UNNES GIAT Angkatan 15 baru saja melakukan manuver cerdas dengan mengawinkan seni Batik Ciprat Desa Karangtengah dengan teknologi geo-mapping Google Maps pada Jumat (6/2/2026).

Terobosan ini menjadi jawaban atas tantangan klasik UMKM desa: kualitas produk jempolan namun lokasi usaha sulit terlacak. Melalui program bertema “Mahasiswa Berdampak Ngopeni Jateng”, para mahasiswa membimbing warga melakukan penandaan lokasi (pinning) hingga optimalisasi profil usaha di platform digital.

Strategi Promosi di Sela Canting

Uniknya, edukasi teknologi ini dilakukan langsung di sela-sela praktik pembuatan Batik Ciprat. Pendekatan ini dipilih agar para perajin tidak merasa asing dengan teknologi, melainkan melihatnya sebagai alat pendukung produksi yang tak terpisahkan.

“Dengan geo-mapping, lokasi usaha Batik Ciprat kini lebih mudah diakses dan dikenal masyarakat luas,” ujar salah satu anggota tim KKN UNNES. Langkah ini efektif memotong rantai informasi yang selama ini terputus antara produsen desa dengan calon pembeli dari luar kota.

Sinergi Pemerintah dan Perbankan

Semangat digitalisasi desa di Jawa Tengah ini juga mendapat momentum kuat dengan adanya sinergi di tingkat atas. Baru-baru ini, Bank Jatim bersama Kemendesa PDT menandatangani kerja sama di Surabaya untuk memfasilitasi layanan perbankan daerah dalam mendukung pembangunan desa.

Sinergi perbankan dan pendampingan lapangan seperti yang dilakukan mahasiswa UNNES ini menciptakan ekosistem desa yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Pemerintah Desa Karangtengah pun menyambut hangat perubahan ini. Menurut mereka, pendampingan ini adalah “kunci” agar produk kebanggaan desa tidak hanya jago kandang, tapi siap menyambut konsumen dari jalur digital. Kolaborasi ini membuktikan bahwa membangun Indonesia dari desa dapat dimulai dari selembar kain batik dan satu titik di Google Maps.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM