Barru, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Penyakit Tuberkulosis (TB) bukan sekadar urusan medis di ruang periksa, melainkan tantangan sosial yang harus tuntas di tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Barru kini resmi menggeser strategi perang melawan penyakit menular dengan memperkuat lini depan melalui program Desa Siaga TB dan revitalisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Langkah strategis ini dimulai dengan penggalangan komitmen lintas sektoral di Kantor Bupati Barru, Selasa (10/3/2026). Melalui integrasi anggaran desa dan keterlibatan aktif warga, Barru berupaya memutus rantai penularan TB dengan deteksi dini yang lebih agresif.
Deteksi Dini sebagai Benteng Utama
Wakil Bupati Barru menegaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini adalah kunci. TB sering kali terlambat ditangani karena gejala awal yang dianggap remeh. Dengan adanya Desa Siaga TB, peran puskesmas dan tenaga kesehatan di tingkat bawah diperkuat untuk mengedukasi masyarakat mengenai gejala serta bahaya penyakit ini secara langsung.
“Kesehatan adalah nikmat yang harus dijaga. Kesadaran untuk deteksi dini sangat krusial agar penanganan tidak terlambat,” ujar Wakil Bupati. Program ini mendorong setiap desa dan kelurahan untuk memiliki sistem mitigasi kesehatan yang mandiri dan terukur.
Sinergi Tanpa Sekat: Dari Bupati Hingga Lurah
Keberhasilan eliminasi TB di Barru kini bergantung pada tanda tangan komitmen yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Direktur RSUD La Patarai, hingga seluruh Camat dan Lurah. Sinergi ini memastikan tidak ada lagi sekat birokrasi dalam pelaporan kasus maupun distribusi obat.
| Komponen Strategis | Peran Utama | Target Capaian |
| Anggaran Desa | Dukungan dana mitigasi kesehatan | Operasional kader lapangan |
| Puskesmas/Labkesda | Deteksi klinis dan pengobatan | Zero kasus TB tak terdeteksi |
| GERMAS | Pola hidup bersih dan sehat | Peningkatan imunitas warga |
Melalui kolaborasi ini, Kabupaten Barru tidak hanya sekadar menjalankan seremonial, tetapi membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Desa bukan lagi hanya menjadi objek program, melainkan subjek utama yang memastikan setiap warganya bernapas lebih lega tanpa bayang-bayang Tuberkulosis.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.