Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 4 Des 2025 15:44 WIB ·

Banjir Aceh Utara ‘Bergulung Seperti Tsunami’, Desa Porak-poranda


					Di Desa Alue Krak Kayee Aceh Utara, kondisi tampak porak-poranda. (Image courtesy: RRI) Perbesar

Di Desa Alue Krak Kayee Aceh Utara, kondisi tampak porak-poranda. (Image courtesy: RRI)

Dahsyatnya Banjir Bandang Aceh Utara, Akses Terputus dan Ribuan Warga Kehilangan Harta Benda

Aceh Utara, Aceh [DESA MERDEKA] Banjir bandang dahsyat yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir digambarkan para penyintas sebagai fenomena yang “bergulung-gulung seperti tsunami.” Arus air yang sangat deras menghantam permukiman di Kecamatan Langkahan dan sekitarnya, merusak parah infrastruktur dan rumah warga.

Laporan penelusuran relawan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) pada Senin (1/12/2025) mengungkapkan tingkat kerusakan yang masif, terutama di Desa Alue Krak Kayee, Langkahan, Geudumbak, dan Tanjong Dalam Selatan. Kerusakan terparah terjadi akibat hantaman air yang tiba-tiba datang dari jebolnya tanggul irigasi.

Di Desa Alue Krak Kayee, kondisi desa tampak porak-poranda. Akses utama berupa jalan dan jembatan terputus, sebagian amblas, sementara sebagian besar permukiman tertutup lumpur tebal setinggi betis hingga lutut. Rumah-rumah warga hanya menyisakan rangka bangunan, dan hampir semua barang rumah tangga tidak dapat diselamatkan.

“Lagee tsunami dek, meugulong-gulong ie (Seperti tsunami, Dek… air bergulung-gulung),” tutur seorang warga lanjut usia, menggambarkan kecepatan dan kekuatan massa air yang bercampur kayu, batu, dan puing saat menerjang rumah-rumah.

Rumah Hanyut Tersapu, Warga Mengungsi Darurat
Situasi paling memilukan dilaporkan dari Desa Tanjong Dalam Selatan, di mana sejumlah rumah warga hilang tersapu banjir bandang yang datang tiba-tiba pada malam hari. Warga yang panik hanya sempat berlarian keluar rumah, tanpa sempat menyelamatkan harta benda sedikit pun.

“Ie cukop teuga dek ji ek (air sangat cepat naiknya, Dek). Hana sampeu meu ba dek, tok bajee saboh di badan (Enggak sempat bawa apa-apa, cuma baju satu yang dipakai),” kata seorang ibu, suaranya bergetar mengenang kejadian traumatis tersebut.

Selain permukiman, persawahan dan lahan pertanian yang merupakan sumber penghidupan utama masyarakat juga hancur tak bersisa. Lahan hijau kini berganti menjadi hamparan lumpur dan serpihan kayu, membuat banyak warga hanya bisa memandang lahan mereka yang kini tak lagi dikenali.

Reporter sekaligus relawan GEN-A, Wahyu Wahidin, melaporkan bahwa akses logistik di sepanjang jalur Langkahan–Lhoknibong–Lhoksukon–Cot Girek masih terisolasi akibat jembatan amblas dan badan jalan yang rusak parah.

Solidaritas dan Kebutuhan Bantuan Mendesak
Hingga saat ini, banyak keluarga belum dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang tidak lagi layak huni. Mereka memilih mengungsi di rumah kerabat atau titik aman terdekat, meskipun fasilitas dan kebutuhan dasar masih sangat terbatas. Relawan mencatat bahwa banyak warga masih mengalami syok.

Meskipun kerusakan luas, solidaritas antarwarga terlihat kuat dengan banyak keluarga saling membantu dan menampung pengungsi. Untuk mempercepat pemulihan, relawan menekankan perlunya dukungan cepat, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar dan pembukaan kembali akses jalan yang terputus.

GEN-A bersama jejaring relawan dan berkolaborasi dengan Mata Garuda Aceh telah memulai aksi penggalangan dana dan distribusi bantuan darurat. Bantuan diprioritaskan untuk kebutuhan pangan, air bersih, perlengkapan kebersihan, dan pakaian layak pakai. Mereka mengajak masyarakat luas untuk terus menyalurkan dukungan guna membantu percepatan pemulihan warga terdampak banjir bandang di Aceh Utara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Strategis Nasional Bekasi Makan Korban: Mana Janji Zero Accident?

21 Januari 2026 - 10:47 WIB

Proyek “Jalur Belakang” di Sumur Pertamina Bekasi Ancam Obvitnas

21 Januari 2026 - 10:05 WIB

Satu Damkar Tua Lawan Kebakaran Hutan di Lingga

21 Januari 2026 - 05:09 WIB

Desa: Paru-Paru Dunia yang Terancam Hilang Akibat Perubahan Iklim

20 Januari 2026 - 10:24 WIB

Sawah Adat Sukabumi Terancam, Warga Tolak Proyek Panas Bumi

19 Januari 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Jadi Buron, Tambang Ilegal Pasaman Didorong Jadi Legal

16 Januari 2026 - 18:16 WIB

Trending di LINGKUNGAN