Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Musibah erupsi dahsyat Gunung Lewotobi telah merenggut segalanya. Rumah dan mata pencarian hilang seketika, hanya menyisakan duka mendalam bagi para penyintas. Hingga hari ini, erupsi masih terus terjadi, memaksa warga untuk menerima kenyataan pahit dan memulai hidup baru. Kini, para korban yang telah dipindahkan ke hunian sementara (huntara) di Desa Konga, mulai menata kembali kehidupan mereka dari nol.
Di tengah situasi yang serba terbatas, semangat juang para penyintas tidak padam. Banyak warga memanfaatkan lahan di sekitar huntara yang diberikan oleh masyarakat setempat untuk kembali bertani. Upaya ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, melainkan wujud nyata dari keinginan kuat untuk mandiri dan bangkit dari keterpurukan.
“Terima kasih orang baik di Desa Konga. Kami tidak mau hanya diberikan makan, kami bisa mandiri, kami bekerja supaya bisa makan,” ungkap Yuliana Lili Muda, seorang warga penyintas, pada Minggu (3/8/2025). Pernyataan Yuliana mencerminkan mental pejuang yang tidak ingin menyerah pada keadaan. Dengan tekad kuat dan kerja keras, mereka membuktikan bahwa kehilangan bukan akhir dari segalanya.
Upaya mereka untuk menata ekonomi secara mandiri ini menunjukkan bahwa di balik duka, ada harapan dan kekuatan untuk bangkit. Mereka menolak menjadi ketergantungan dan memilih jalan kemandirian sebagai cara untuk menghadapi tantangan. Semangat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa di setiap musibah, selalu ada potensi untuk memulai lagi.
Melalui bantuan dari berbagai pihak, termasuk Gereja Kristen Indonesia (GKI), para penyintas menerima dukungan yang sangat berarti. Menurut ketua tim GKI, lembaga ini berperan sebagai alat untuk berbagi kasih dan membantu masyarakat. Bantuan berupa bibit, pupuk, dan alat pertanian disalurkan dengan harapan agar warga huntara bisa segera kembali menata kehidupannya.
Kisahnya menunjukkan bahwa kebangkitan sebuah komunitas tidak selalu membutuhkan bantuan besar-besaran, tetapi juga membutuhkan semangat juang dari dalam diri. Kerelaan masyarakat Desa Konga dalam memberikan lahan serta bantuan dari berbagai pihak menjadi katalisator bagi warga Lewotobi untuk menata kembali hidup mereka. Cerita ini membuktikan bahwa di balik setiap duka, ada cahaya kasih dan harapan yang menyinari setiap orang yang tidak menyerah.

Bangun Desa untuk Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.