Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 3 Mar 2026 16:35 WIB ·

ASN Terjerat Narkoba: Gubernur Mahyeldi Siapkan Sanksi Pecat


					ASN Terjerat Narkoba: Gubernur Mahyeldi Siapkan Sanksi Pecat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengirimkan sinyal bahaya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat bermain api dengan narkotika. Mahyeldi menegaskan tidak ada ruang negosiasi bagi oknum pelayan publik yang terlibat barang haram tersebut. Sanksi terberat berupa pemecatan kini membayangi siapa pun yang mencoreng integritas korps abdi negara di lingkup Pemprov Sumbar.

“Kalau ada ASN yang terlibat narkoba, sanksinya tegas, tidak menutup kemungkinan dipecat. ASN itu pelayan publik, harus jadi teladan, bukan malah memberi contoh buruk,” tegas Mahyeldi di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026).

Pernyataan keras ini disampaikan di sela pemusnahan barang bukti sabu seberat 6,4 kilogram hasil tangkapan Polda Sumbar. Mahyeldi menilai, keterlibatan aparatur dalam jaringan narkotika bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor di Bandara dan Kota
Apresiasi tinggi diberikan kepada jajaran Polda Sumbar yang berhasil memutus rantai peredaran besar sepanjang Februari 2026. Wakapolda Sumbar, Solihin, mengungkapkan bahwa tim Ditresnarkoba sukses membongkar tiga kasus menonjol, termasuk jaringan yang mencoba memanfaatkan celah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Pengungkapan 33 paket sabu dengan berat total 6,4 kilogram ini diklaim telah menyelamatkan ribuan jiwa di Ranah Minang. Namun, Mahyeldi mengingatkan bahwa keberhasilan penindakan hukum harus dibarengi dengan pertahanan di akar rumput.

Narkoba Musuh Nagari dan Sekolah
Bagi Gubernur, strategi “berantas habis” tidak bisa hanya mengandalkan senjata dan jeruji besi. Ia mendorong penguatan edukasi yang menyasar sekolah hingga ke tingkat nagari. Keterlibatan tokoh adat, tokoh agama, dan ketahanan keluarga dianggap sebagai benteng terakhir yang paling ampuh.

“Narkoba adalah musuh bersama. Kita tidak boleh lengah karena ini ancaman nyata bagi masa depan generasi muda Sumbar,” pungkasnya. Komitmen ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN agar tetap berada di jalur pengabdian yang bersih dan profesional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Nestapa di Koto Sani: Bibit Nila Diberi Pakan Lele

11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Trending di KABAR PEMDA