Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di kaki sejuk Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Menari, Tanon, Kabupaten Semarang, ratusan remaja dari berbagai latar belakang berkumpul dalam program AORTA Beraksi 2025. Mengusung tema “Empower The Future: Youth Collaboration for a Resilient Indonesia,” acara ini merupakan kolaborasi antara AORTA Community dan para penerima Satu Indonesia Awards. Tujuannya jelas, yakni memberdayakan generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang peduli pada kesehatan.
Selama tiga hari penuh, 200 peserta yang terdiri dari siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan, MTs YIC Sudirman Getasan, mahasiswa UNNES, UIN Walisongo, serta Kader Kampung Berseri Astra (KBA) Tanon, terlibat dalam serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif. Program ini fokus pada empat isu utama kesehatan remaja: kesehatan mental, kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Belajar dengan Hati, Bergerak dengan Empati
Dalam sesi kesehatan mental, para peserta diajak mendalami teknik mindfulness dan relaksasi di tengah suasana alam Tanon yang menenangkan. Mereka belajar mengelola stres dan mengenali emosi dengan sadar, sebuah keterampilan vital untuk menghadapi tantangan masa depan. Selanjutnya, isu kesehatan reproduksi dibahas melalui Alat Permainan Edukasi (APE), yang membuat topik sensitif ini menjadi lebih mudah dicerna dan menyenangkan.
Pentingnya gizi seimbang dan PHBS pun disampaikan secara interaktif. Peserta menyaksikan simulasi langsung mengenai dampak konsumsi minuman manis kemasan dan bahaya rokok. Edukasi ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga menyentuh logika dan kesadaran para remaja, mendorong mereka untuk mengadopsi gaya hidup lebih sehat.
Mendekatkan Layanan Kesehatan, Menyulam Kesadaran
Selain sesi edukasi, AORTA Beraksi 2025 juga menyediakan layanan kesehatan dasar bagi peserta. Layanan ini mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta pengecekan gula darah dan hemoglobin. Sesi ini tak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menumbuhkan kesadaran diri para remaja akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Sesi diskusi kelompok terfokus (FGD), permainan edukatif, dan demonstrasi interaktif menjadi metode pembelajaran yang transformatif. Peserta tidak hanya menjadi objek penerima informasi, melainkan subjek yang aktif berdiskusi dan berkolaborasi mencari solusi.
Harapan yang Tumbuh dari Kolaborasi Lintas Usia
Dari Desa Menari, program ini berhasil menumbuhkan harapan baru. Kesadaran akan kesehatan mental meningkat, pemahaman tentang gizi seimbang dan bahaya gula berlebih semakin mengakar, serta praktik PHBS tidak lagi sebatas wacana. Lebih jauh, edukasi reproduksi yang sebelumnya dianggap tabu kini dipandang sebagai hak yang harus dimiliki setiap remaja.
AORTA Beraksi 2025 adalah bukti bahwa gerakan perubahan tidak selalu membutuhkan anggaran besar atau intervensi rumit. Kolaborasi lintas usia, profesi, dan latar belakang—mulai dari siswa, mahasiswa, hingga kader desa—mampu menciptakan energi kuat untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan tangguh. Program ini menjadi gerakan yang ditenun dari semangat gotong royong dan solidaritas, membuka jalan bagi remaja untuk menjadi agen kesehatan dan penyala harapan di komunitas masing-masing.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.