Pasuruan [DESA MERDEKA] – Sabtu pagi yang seharusnya menjadi awal akhir pekan yang tenang bagi warga Dusun/Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi kepanikan. Sekitar pukul 08.15 WIB, angin kencang yang datang tiba-tiba menerjang permukiman, mengakibatkan sebuah rumah warga luluh lantak.
Rumah milik Rita Rohmawati menjadi korban keganasan angin yang disinyalir kuat menyertai hujan deras sejak Jumat malam (16/5). Atap rumah tak kuasa menahan terjangan angin hingga akhirnya ambruk, meninggalkan puing-puing berserakan.
Kabar baiknya, di tengah musibah ini, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa. Namun, tiga orang penghuni rumah harus merasakan dampak langsung dari bencana ini dan kini sangat membutuhkan uluran tangan.
“Anginnya itu datang tiba-tiba dan cukup kencang, padahal hujan deras sudah reda sejak semalam. Pagi harinya, kami dikejutkan suara gemuruh atap rumah warga yang ambruk. Beruntung sekali tidak ada korban jiwa,” ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Gempol, Hadi Suar, saat dikonfirmasi pada Minggu (18/5/2025).
Menurut perhitungan cepat FPRB Kecamatan Gempol, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai angka yang cukup signifikan, yakni sekitar Rp 50 juta. Satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara belum ada laporan mengenai dampak terhadap rumah-rumah di sekitarnya.
Respons cepat terlihat dari berbagai pihak pasca-bencana. Perangkat desa bersama dengan warga setempat bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan rumah Rita Rohmawati. “Kami sudah melakukan assessment cepat di lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa, dan langsung melakukan pembersihan puing-puing bersama warga,” jelas Hadi lebih lanjut.
Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan kebutuhan mendesak yang saat ini sangat diperlukan oleh para korban, antara lain terpal untuk tempat tinggal sementara, kasur untuk beristirahat, pakaian layak pakai (sandang), serta bahan makanan pokok (sembako). Sementara itu, untuk upaya penanganan dan bantuan lanjutan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
“Saat ini, harapan besar warga tertumpu pada bantuan lanjutan dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Mereka sangat berharap ada uluran tangan secepatnya agar bisa kembali menjalani kehidupan dengan layak,” pungkas Hadi, menyiratkan betapa mendesaknya bantuan bagi para korban angin kencang di Gempol.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.