Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 13 Jun 2026 15:43 WIB ·

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba


					Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba Perbesar

Pasaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah tenangnya kehidupan masyarakat di Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, sebuah ancaman senyap tengah mengintai masa depan generasi penerus: narkoba. Menyikapi hal ini, Wali Nagari Julisman Arif secara tegas mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng seluruh elemen adat dan masyarakat. Pada Sabtu (13/6/2026), sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 digelar, bukan sekadar sebagai agenda administratif, melainkan sebagai garis pertahanan pertama bagi warga Nagari.

Kekuatan Nagari Ladang Panjang terletak pada sistem sosialnya yang kokoh. Wali Nagari Julisman Arif menekankan bahwa peran niniak mamak, Bundo Kanduang, hingga pengurus LPM bukan sekadar pajangan adat, melainkan garda terdepan pengawasan. “Dampak narkoba bagi remaja kita sangat besar. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya di Aula Nagari. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini dipandang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar tindakan represif, mengingat narkoba adalah kejahatan luar biasa yang merusak sendi-sendi keharmonisan keluarga.

Dukungan pun datang dari anggota DPRD Sumatera Barat, Sawal. Ia mengingatkan bahwa peredaran narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memicu peningkatan angka kriminalitas di perdesaan. “Pemerintah Nagari, Bamus, hingga tokoh masyarakat harus proaktif. Biaya rehabilitasi pecandu sangat mahal, maka pencegahan adalah investasi terbaik bagi desa,” timpal Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Bagi Nagari Ladang Panjang, ini adalah langkah nyata menjaga “tuan rumah” dari pengaruh buruk. Dengan keterlibatan niniak mamak yang disegani dan sistem pelaporan warga yang aktif terhadap indikasi penyalahgunaan, Nagari kini menjadi benteng bagi anak-anak muda mereka. Upaya ini membuktikan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, melainkan soal menjaga integritas manusia yang mendiaminya. Di tanah Pasaman, Ladang Panjang kini berdiri tegak, menyatukan tekad untuk memastikan tidak ada ruang bagi narkoba yang berani merusak masa depan generasi mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pendaftaran Pilkades Serentak Belitung 2026 Resmi Dibuka

9 Juni 2026 - 18:42 WIB

Pilkades Subang 2026: Ironi Demokrasi dan Mahalnya Kursi Desa

9 Juni 2026 - 17:15 WIB

Polemik Lokasi TPS Rambunan Amian, Netralitas Panitia Dipertanyakan

9 Juni 2026 - 16:57 WIB

Program Desa Bersinar: Memperkuat Ketahanan Desa dari Narkoba

9 Juni 2026 - 15:45 WIB

Trending di DESA