Bukittinggi, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Jaringan alumni SLTA Bukittinggi dan Agam angkatan 1988, yang tergabung dalam organisasi Jam Gadang 88, membuktikan bahwa silaturahmi bisa bertransformasi menjadi kekuatan pembangunan daerah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif organisasi ini yang konsisten mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam penguatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di ranah Minang.
Dalam pelantikan pengurus periode 2025–2028 di Istana Bung Hatta, Sabtu (18/10/2025), Mahyeldi menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas alumni sangat krusial untuk mempercepat pembangunan. Jam Gadang 88 dinilai melampaui fungsi nostalgia dengan terjun langsung membantu pelaku UMKM lokal serta masyarakat yang tertimpa musibah di berbagai daerah.
Kolaborasi Global untuk Aksi Lokal
Ketua Umum Jam Gadang 88, Refnil Dodi, menyatakan komitmennya untuk mengerahkan kekuatan alumni yang tersebar di dalam maupun luar negeri. Organisasi yang menaungi 25 sekolah ini tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan dan program keagamaan.
“Kami hadir untuk membantu pemerintah. Selain bantuan UMKM, kami juga meluncurkan Program 1.000 Al-Qur’an yang akan disebar ke pelosok Sumatera Barat,” ujar Refnil. Sinergi ini menunjukkan bahwa modal sosial yang kuat dari para putra daerah dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi ketimpangan akses dan kesejahteraan di tingkat lokal.
Kepedulian Tanpa Batas Ruang
Aksi nyata organisasi ini juga merambah ranah internasional dengan penyerahan donasi kemanusiaan sebesar Rp119.350.000 untuk rakyat Palestina. Gubernur Mahyeldi berharap semangat kebersamaan ini terus dipertahankan dan disempurnakan oleh pengurus baru. Baginya, kekompakan Jam Gadang 88 adalah aset daerah yang mampu menyambungkan kasih sayang dari ranah Minang hingga ke kancah global melalui tindakan nyata.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.