Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] — Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Maluku Utara baru saja menorehkan sejarah penting melalui penyelenggaraan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Tahun 2025. Agenda suksesi kepemimpinan yang strategis ini sukses digelar pada hari Kamis, 20 November 2025, bertempat di Ballroom Hotel Emerald, Ternate. Kehadiran para pengurus Perguruan Karate Anggota FORKI Maluku Utara dan Pengcab FORKI kabupaten/kota se-Maluku Utara menjadikan Musprovlub ini sebagai momentum soliditas organisasi yang dinantikan.
Pelaksanaan Musprovlub kali ini mengusung semangat pembaruan, sebagaimana tercermin dalam tema yang diangkat: “Merajut Kebersamaan Mengukir Prestasi Baru Menuju Kie Raha Cemerlang”. Tema ini secara jelas menunjukkan tekad bersama untuk tidak hanya memperkuat ikatan internal, tetapi juga memfokuskan energi pada pencapaian prestasi tinggi yang dapat membanggakan Maluku Utara.
Karateker Ketua FORKI Maluku Utara, M. Djoyo Sukarno, S.H., M.H., dalam sambutannya, menekankan esensi dari pertemuan luar biasa ini. Djoyo Sukarno menegaskan bahwa Musprovlub merupakan titik balik krusial untuk memperkokoh solidaritas pembinaan atlet. Lebih dari itu, ia berharap FORKI Maluku Utara di bawah kepemimpinan baru harus mampu mentransformasi diri menjadi wadah yang solid dan profesional, berorientasi penuh untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi gemilang, serta mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. Hal ini menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas organisasi secara keseluruhan.
Ahmad Assagaf Terpilih Pimpin Periode 2025–2029
Puncak dari rangkaian acara ini adalah penetapan Ahmad Assagaf, S.T. sebagai Ketua Umum FORKI Maluku Utara untuk masa bakti 2025–2029. Pemilihan ini menandai awal dari era baru kepengurusan yang diharapkan membawa perubahan signifikan dan kemajuan berarti bagi olahraga karate di Bumi Kie Raha.
Setelah resmi terpilih, Ahmad Assagaf menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh seluruh peserta Musprovlub. Dalam pidato perdananya, ia langsung menyoroti urgensi konsolidasi dan komunikasi sebagai fondasi utama kepengurusan.
“Komitmen saya adalah membangun komunikasi dan konsolidasi yang kuat bersama seluruh perguruan karate dan pengurus cabang FORKI di sembilan kabupaten dan kota,” tegas Assagaf. Menurutnya, sinergi ini penting agar seluruh perangkat organisasi, dari tingkat daerah hingga provinsi, dapat menjalankan program pembinaan karate secara terstruktur dan berjenjang. Pendekatan yang terintegrasi ini dipandang esensial untuk menemukan dan mengasah talenta-talenta karate terbaik Maluku Utara.
Janji Transparansi dan Fokus Prestasi
Selain fokus pada pembinaan, Ahmad Assagaf juga menekankan janji pembenahan organisasi secara internal. Ia secara eksplisit menyoroti pentingnya manajemen yang transparan dalam tubuh organisasi. Menurutnya, seluruh proses, baik urusan internal maupun eksternal, harus dijalankan secara terbuka dan akuntabel. Prinsip keterbukaan ini menjadi kunci utama untuk menciptakan tata kelola organisasi yang sehat, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.
Target utama dari kepengurusan baru ini sangat ambisius, yaitu mendorong peningkatan kualitas dan prestasi atlet karate Maluku Utara. Ahmad Assagaf berharap, di bawah kepemimpinannya, FORKI Maluku Utara dapat melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang tangguh. Atlet-atlet ini diharapkan tidak hanya mampu bersaing di panggung nasional, tetapi juga berpotensi besar untuk membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah di pentas internasional. Suksesi kepemimpinan ini bukan hanya tentang pergantian posisi, melainkan tentang perumusan ulang visi dan misi demi masa depan cerah olahraga karate Maluku Utara.(*)

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.