Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 18 Mei 2026 15:43 WIB ·

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional


					Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional Perbesar

Temanggung, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Solusi atas ruwetnya persoalan sampah nasional ternyata tidak lahir dari teknologi mahal di perkotaan, melainkan dari keteguhan warga desa memilah limbah sejak dari dapur mereka sendiri.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini resmi membidik Kabupaten Temanggung, khususnya Desa Gununggempol di Kecamatan Jumo, sebagai potret inspiratif pembangunan desa mandiri sampah. Desa ini dinilai melompat lebih jauh karena sukses mengawinkan tata kelola limbah domestik dengan konservasi sungai sekaligus perlindungan satwa lokal.

“Setiap mendampingi Pak Menteri bertemu kepala daerah, saya selalu meng-endorse gerakan pilah sampah dari rumah yang diinisiasi Temanggung ini,” ujar Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLH, Hanifah Dwi Nirwana, saat audiensi di Pendopo Desa Gununggempol, Jumat (15/5/2026).

Kunjungan lapangan ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, guna membedah formula Temanggung dalam membangun nawaitu atau niat kolektif masyarakat. KLH yang saat ini mengawal puluhan ribu desa di 514 kabupaten/kota, membutuhkan model konkret untuk mengatasi kejenuhan penanganan sampah di tingkat hulu.

Kunci utama dari gerakan di Desa Gununggempol bukan sekadar fasilitas, melainkan endurance—daya tahan warga untuk terus-menerus memilah sampah tanpa lelah. Jika konsistensi radikal di tingkat desa ini berhasil dicontoh secara masal di Indonesia, maka beban sampah di tingkat nasional otomatis akan selesai.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menjabarkan bahwa strategi daerahnya memang fokus memotong masalah dari hulu tanah desa. Hingga pertengahan 2026, Temanggung telah mencetak 136 Desa Mandiri Sampah, disokong oleh 51 unit TPS 3R dan 121 jaringan Bank Sampah.

Kendati sistem hulu di tingkat desa mulai berjalan organik, Agus tidak menampik bahwa tantangan berat masih tersisa di bagian hilir, terutama optimalisasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sanggrahan. Bersama KLH, komitmen pembenahan dari rumah hingga ke TPA kini mulai dipacu serentak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Trending di LINGKUNGAN