Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 17 Mei 2026 19:04 WIB ·

Satu Minggu Tanpa Minyak Tanah, Anak Malaka Tak Sarapan


					Kondisi stok minyak tanah di kios-kios dan agen di sekitaran kota Betun, (foto istimewa) Perbesar

Kondisi stok minyak tanah di kios-kios dan agen di sekitaran kota Betun, (foto istimewa)

Kota Betun, Nusa tenggara Timur [DESA MERDEKA] Krisis energi mendadak melumpuhkan aktivitas domestik masyarakat di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Selama sepekan terakhir, kelangkaan minyak tanah membuat para ibu rumah tangga di wilayah tersebut menjerit karena kesulitan memasak, bahkan memicu dampak sosial pada anak-anak yang terpaksa pergi ke sekolah dengan perut kosong.

Kelangkaan ini terpantau merata di berbagai agen dan kios penjualan di sekitar Kota Betun. Drum-drum penampung milik pedagang terlihat kosong tanpa pasokan, membuat warga yang mengandalkan kompor konvensional kehilangan akses bahan bakar utama mereka.

Cuaca Ekstrem Mengunci Opsi Darurat Warga
Kondisi wilayah Malaka yang diguyur hujan non-stop selama seminggu terakhir memperparah keadaan. Bagi masyarakat setempat, kayu bakar biasanya menjadi pilihan cadangan saat bahan bakar minyak sulit didapat. Namun, cuaca buruk membuat seluruh persediaan kayu di luar rumah basah dan tidak dapat digunakan untuk menyalakan api.

“Pagi-pagi anak mau sekolah tidak makan karena kompor tidak ada minyak tanah. Sudah satu minggu Malaka hujan jadi susah cari kayu bakar. Kami minta pemerintah turun tangan,” ujar salah seorang ibu rumah tangga saat mengantre di agen Betun, Minggu (17/5/2026).

Menanti Penjelasan Resmi Pemerintah Daerah
Ketergantungan yang tinggi terhadap minyak tanah membuat hilangnya komoditas ini di pasar lokal langsung memicu keresahan massal. Ketiadaan mitigasi energi di tingkat hilir dinilai memperlambat ritme produktivitas harian keluarga di pelosok daerah.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai penyebab mandeknya distribusi pasokan minyak tanah ke Kabupaten Malaka. Warga kini hanya bisa berharap ada operasi pasar darurat untuk memulihkan stabilitas dapur mereka.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Trending di KABAR PEMDA