Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 2 Mei 2026 10:33 WIB ·

Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda


					Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda Perbesar

Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Halaman Taman Pelangi, Kelurahan Kertasari, mendadak riuh dengan pekikan semangat dan ketangkasan fisik. Sabtu (2/5/2026), Festival Seni Budaya Pencak Silat tingkat Kecamatan Pebayuran resmi digelar. Ajang ini menjadi bukti bahwa seni bela diri tradisional masih menjadi tuan rumah di tanah sendiri, sekaligus menjadi instrumen penting pembinaan pemuda desa di tengah gempuran modernisasi.

“Festival ini bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya pencak silat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, bersama jajaran Muspika, saat menyaksikan langsung kepiawaian para pesilat dari berbagai wilayah. Baginya, festival ini merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga jati diri bangsa agar tetap hidup di ingatan generasi muda.

Lebih dari Sekadar Olahraga
Eksistensi pencak silat di Pebayuran telah terlembaga secara nyata. Melalui koordinasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tingkat kecamatan, ekosistem silat tidak hanya berhenti pada latihan fisik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter. Pihak kepolisian setempat pun memanfaatkan silat sebagai cara preventif menjauhkan remaja desa dari jeratan narkoba dan aksi tawuran yang kerap meresahkan warga.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai budaya sendiri dan menjadikannya sebagai bagian dari jati diri bangsa,” sambung Hasyim.

Dukungan pemerintah kecamatan terhadap silat terlihat konsisten. Setelah ajang pada Agustus 2025 lalu, festival Mei 2026 ini kembali menegaskan komitmen Muspika dalam merawat kearifan lokal. Kehadiran tokoh militer dan kepolisian di lokasi menunjukkan bahwa silat adalah bagian dari strategi keamanan wilayah yang berbasis budaya.

Investasi Karakter Masa Depan
Pemanfaatan Taman Pelangi sebagai lokasi festival menunjukkan optimalisasi ruang publik untuk kegiatan positif. Penampilan atraktif para pesilat yang memadukan kekuatan dan nilai seni diharapkan mampu memicu minat pelajar lainnya untuk bergabung.

Festival ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya jelas: mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memastikan warisan leluhur ini tetap eksis. Dengan dukungan perangkat organisasi yang matang, pencak silat di Pebayuran kini berdiri tegak sebagai identitas yang menjaga martabat dan keamanan masyarakat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di SOSBUD