Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masa depan sebuah daerah tidak lagi diukur dari seberapa megah infrastrukturnya, melainkan seberapa tangguh generasi mudanya. Dalam kunjungan Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Kota Pariaman, Minggu (15/3/2026), Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membedah “formula sukses” bagi generasi Z dan Alpha untuk bertahan di tengah gempuran zaman.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya pintar secara akademik. Ada tiga pilar kekuatan yang wajib dikuasai: iman yang kokoh sebagai kompas moral, ilmu pengetahuan sebagai alat navigasi zaman, dan semangat persatuan sebagai bahan bakar pembangunan masyarakat.
Cita-Cita Besar dan Musuh Nyata
Dalam dialog hangat bersama para pelajar, Gubernur mendorong anak muda Pariaman untuk berani bermimpi “di luar kotak”. Ia menegaskan bahwa setiap profesi adalah bentuk pengabdian, asalkan ditekuni dengan serius.
“Bahkan jika ingin menjadi chef di Istana Presiden sekalipun, itu adalah pengabdian kepada negara,” ungkap Mahyeldi. Namun, ia memberi catatan merah pada satu ancaman yang bisa membuyarkan semua mimpi tersebut: narkoba. Baginya, setinggi apa pun kecerdasan seseorang, masa depan akan runtuh seketika jika terjebak dalam lingkaran hitam narkotika.

Sinergi Pembangunan dan Investasi Pendidikan
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memanfaatkan momentum ini untuk menyelaraskan ritme pembangunan antara provinsi dan kota. Pariaman saat ini tengah fokus pada dua lini: penguatan spiritual melalui program Hafiz Al-Qur’an dan penguatan fisik melalui revitalisasi kawasan olahraga GOR Rawang, termasuk rencana pengaktifan kembali kolam renang prestasi yang telah mangkrak sejak 1994.
Dukungan nyata terhadap visi ini pun mengalir deras. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terkumpul total bantuan untuk masjid dan pendidikan yang cukup masif:
- Masjid Nurul Huda & Jabal Ilmi: Total Rp75 juta dari Pemprov Sumbar plus bantuan Bank Nagari dan MKKS.
- Beasiswa Pendidikan: Baznas Sumbar menyalurkan Rp543 juta yang menyasar 543 siswa di Pariaman.
- Literasi Religi: Penyerahan puluhan mushaf Al-Qur’an untuk memperkuat program hafiz di tingkat tapak.
Angka-angka ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia di Sumatera Barat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari perbankan hingga lembaga zakat, guna memastikan pemuda Pariaman siap berdiri tegak menghadapi tantangan global.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.