Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memasang target ambisius untuk memacu pertumbuhan ekonomi hingga 7,2 persen pada tahun 2029. Meski sempat melambat di angka 3,37 persen akibat dampak bencana tahun lalu, optimalisasi proyek strategis nasional dan penguatan hilirisasi agroindustri menjadi tumpuan utama untuk bangkit.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kunci pencapaian target tersebut terletak pada sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan daerah. Dalam rapat koordinasi di Pariaman, Minggu (15/3/2026), fokus diarahkan pada pemanfaatan investasi raksasa agar tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi berdampak langsung pada kantong masyarakat lokal.
Investasi Raksasa dan Proteksi Material Lokal
Dua proyek mercusuar, yakni Flyover Sitinjau Lauik senilai Rp2,7 triliun dan proyek jalan tol sebesar Rp25 triliun, diprediksi menjadi mesin baru penggerak ekonomi. Namun, pemerintah provinsi menetapkan syarat ketat: pelaksana proyek wajib membuka kantor perwakilan di Sumbar dan memprioritaskan material lokal.
Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran uang tetap berada di lingkup daerah. Proteksi terhadap sumber daya lokal ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi pengusaha dan penyedia jasa di Sumatera Barat.
Pariaman Barayo: Magnet Ekonomi Lebaran
Selain proyek fisik, momentum mudik Lebaran 2026 menjadi ajang “panen” ekonomi jangka pendek. Kota Pariaman melalui tradisi Piaman Barayo di kawasan pantai, disiapkan menjadi magnet kunjungan perantau. Sektor pariwisata dan perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi kota ini.
Pemerintah menekankan tiga poin krusial bagi pengelola wisata: kebersihan kawasan, transparansi harga (anti-getok), serta standar keamanan transportasi laut menuju Pulau Angso Duo. Kepercayaan wisatawan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang akan menjaga stabilitas ekonomi daerah pasca-liburan.
Optimalisasi Agroindustri dan Perikanan
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut sinergi ini dengan mematangkan sektor hilirisasi. Dukungan provinsi sangat dinantikan untuk mengubah hasil mentah perikanan menjadi produk bernilai tambah. Penguatan hilirisasi ini sejalan dengan visi provinsi untuk memperkuat agroindustri sebagai fondasi ekonomi yang lebih tahan banting terhadap gejolak eksternal.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.