Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Di tengah khidmatnya suasana Ramadan yang menyelimuti Kota Pangkalpinang, sebuah momen hangat tercipta di Aula Kantor Camat Gerunggang, Rabu (11/03/2026). Pertemuan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah ruang yang sarat akan rasa kekeluargaan dan empati mendalam.
Dalam kegiatan Bakti Sosial Ramadan yang digelar TP PKK Kota Pangkalpinang, suasana haru sempat menyeruak saat jajaran pengurus menyapa para penerima manfaat. Program bertajuk “Karena Ramadan Bukan Hanya Tentang Menahan Lapar Kita Sendiri, Tapi Juga Memastikan Tak Ada Saudara Kita yang Kelaparan” ini menjadi bukti nyata hadirnya organisasi pemberdayaan perempuan tersebut sebagai “Tiang Keluarga” yang peduli pada sesama kader dan masyarakat.
Ketulusan di Balik Bantuan Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Ibu Susanti, SE, dalam sambutannya menekankan bahwa bantuan yang disalurkan hari ini merupakan hasil gotong royong dari seluruh pengurus dan kader PKK.
“Jangan dinilai dari seberapa besar nilainya atau seberapa banyak yang kami bagi. Tapi insya Allah, terimalah dengan hati terbuka sebagai bentuk niat tulus kami,” ungkap Susanti dengan tulus. Pesan ini menegaskan bahwa di bulan yang penuh rahmat ini, solidaritas antarwarga menjadi kekuatan utama untuk saling meringankan beban.
Momen paling menyentuh terjadi saat Ibu Susanti memberikan perhatian khusus kepada salah satu keluarga kader yang sedang diuji kesehatannya. Diketahui, istri dari salah satu kader yang hadir telah berjuang melawan penyakit stroke selama delapan bulan terakhir.
“Kami mendoakan agar segera diberi kesembuhan dan Allah angkat penyakitnya. Kita sebagai perempuan memang rentan terhadap penyakit karena kita adalah tiang utama keluarga. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” tutur Susanti dengan nada simpatik yang langsung diamini oleh seluruh hadirin.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh Camat Gerunggang serta jajaran Ketua TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan ini berlangsung dengan penuh keakraban. Harapannya, aksi sosial serupa tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi bisa terus berlanjut sebagai program rutin untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Acara ditutup dengan manis melalui sebuah pantun yang menggugah semangat: “Bunga kuncup di tengah malam, saya tutup dengan mengucap salam.”
“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban undang-undang, melainkan instrumen penting untuk memenuhi hak masyarakat dan membangun kepercayaan publik.”
Pangkal Pinang


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.