Mentawai, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, membawa pesan penting tentang keseimbangan antara spiritualitas dan ekonomi saat mengunjungi Bumi Sekere, Jumat (6/3/2026). Dalam agenda Safari Ramadan di Masjid Maitut Taqwa, Desa Sido Makmur, Sipora Utara, Vasko menekankan bahwa masa depan Mentawai terletak pada kemakmuran masjid dan optimalisasi wisata bahari kelas dunia.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi Sumbar menyalurkan dukungan nyata berupa hibah Rp25 juta untuk operasional masjid, bantuan Al-Qur’an, hingga 100 paket perlengkapan sekolah dari Danantara Indonesia untuk menunjang pendidikan anak-anak kepulauan.
Masjid Sebagai Pusat Peradaban Muda
Bagi Vasko, masjid di wilayah kepulauan harus bertransformasi menjadi pusat pembinaan generasi muda, bukan sekadar tempat ibadah ritual. Ia mendorong agar masjid hidup dengan kegiatan sosial yang membangun karakter dan ilmu pengetahuan.
“Masjid harus menjadi ruang bagi anak muda untuk tumbuh berakhlak dan berilmu. Dari sinilah nilai kebersamaan dan kepedulian masyarakat diperkuat,” ujar Vasko di hadapan warga Sipora.
Menjemput Dollar di Ombak Mentawai
Selain sisi religius, sektor pariwisata bahari menjadi sorotan utama. Mentawai yang sudah menyandang status destinasi selancar dunia dinilai perlu dikelola lebih kolaboratif. Vasko meyakini jika potensi ombak Mentawai disinergikan dengan kesiapan masyarakat lokal, dampaknya akan langsung terasa pada kantong ekonomi warga.
Bupati Kepulauan Mentawai, Dr. Rinto Wardana, menyambut hangat visi tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemprov Sumbar, terutama dalam memperkuat kehidupan beragama sekaligus memoles wajah pariwisata agar semakin kompetitif di kancah internasional.
Hadirnya sejumlah pimpinan OPD teknis seperti Dinas Kelautan, ESDM, hingga DPMPTSP dalam rombongan ini memberi sinyal kuat bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dan investasi di Mentawai akan menjadi prioritas lintas sektor ke depan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.