Pesisir Selatan, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di balik khidmatnya Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Masjid Nurul Yaqin, Batu Bala, terselip kisah hangat tentang ketangguhan warga pascabencana. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, membawa misi ganda: memperkuat spiritualitas sekaligus memastikan denyut ekonomi dan kesehatan warga Kecamatan Sutera tetap terjaga setelah dihantam banjir bandang.
Kehadiran tim safari pada Jumat malam (6/3/2026) disambut dengan suguhan autentik ikan gariang khas Batu Bala. Pertemuan ini menjadi bukti nyata cepatnya pemulihan koordinasi antara provinsi dan kabupaten, terutama dalam distribusi bantuan darat yang sempat terputus total.
Zakat dan CSR: Amunisi Penggerak Ekonomi Nagari
Pemerintah Provinsi tidak datang dengan tangan kosong. Sebanyak Rp50 juta dana hibah disalurkan untuk Masjid Baitul Amal, ditambah bantuan Al-Qur’an, kain sarung dari Baznas, serta dukungan operasional dari Bank Nagari. Tak hanya urusan rumah ibadah, bantuan praktis berupa 50 unit rice cooker dari SKK Migas juga diserahkan untuk membantu warga terdampak banjir memulai kembali aktivitas rumah tangga mereka.
Arry menekankan bahwa fokus utama Pemprov saat ini adalah penguatan ekonomi kreatif di tingkat nagari. Targetnya jelas: UMKM harus melek digital dan mampu menembus pasar internasional. Selain itu, percepatan penurunan angka stunting menjadi prioritas layanan kesehatan dasar agar generasi mendatang tetap kompetitif.
Ulang Tahun dan Benteng Narkoba di Rumah
Suasana malam itu makin emosional ketika Arry membagikan momen personal ulang tahun ke-51 istrinya, Ny. Arymbi Arry Yuswandi. Alih-alih merayakannya secara eksklusif, Ketua DWP Sumbar tersebut justru memilih berbagi paket makanan sehat untuk anak-anak di Nagari Ganting Mudiak Utara Surantiah.
Di sisi lain, peringatan keras datang dari Sekda Pesisir Selatan, Zainal Arifin. Di tengah euforia Ramadan, ia mengingatkan ancaman narkoba yang kian merajalela. “Bentengi anak kemenakan kita mulai dari rumah,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik dan bantuan materi harus dibarengi dengan perlindungan mental generasi muda dari bahaya zat terlarang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.