Sawahlunto, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin rapat koordinasi marathon di Kantor Wali Kota Sawahlunto, Minggu (1/3/2026), untuk menyinkronkan program strategis provinsi dengan daerah. Fokus utama pertemuan ini adalah memacu hilirisasi komoditas unggulan guna mengejar ketertinggalan pertumbuhan ekonomi Sumbar yang saat ini tertahan di angka 3,37 persen.
Mahyeldi menegaskan bahwa Sawahlunto tidak boleh lagi hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah. Strategi hilirisasi harus menjadi panglima untuk menciptakan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung di tingkat akar rumput.
“Kita harus kompak. Pertumbuhan ekonomi 3,37 persen adalah peringatan bagi kita semua untuk saling mendukung dan berhenti menjual barang mentah,” tegas Mahyeldi di hadapan Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, dan jajaran OPD terkait.
Mitigasi Bencana dan Dana Transfer
Selain aspek ekonomi, Gubernur juga menginstruksikan agar setiap perencanaan pembangunan di Sawahlunto wajib mengintegrasikan mitigasi bencana. Mengingat letak geografis Sumatera Barat yang rawan, kesiapsiagaan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari infrastruktur fisik maupun non-fisik.
Terkait dukungan anggaran, Pemprov Sumbar saat ini tengah menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri untuk mencairkan Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi Kota Sawahlunto. Dana tersebut diproyeksikan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung sektor produktif yang sempat tertunda.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menyatakan komitmen penuh untuk menyelaraskan kebijakan kota dengan visi provinsi. Sawahlunto siap memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mendukung agenda besar hilirisasi yang dicanangkan pemerintah provinsi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.