Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di balik dinding bambu yang mulai rapuh dan lantai papan yang berderit, Muhammad Akmal (56) menghabiskan hari-harinya dalam kesunyian. Kuli tani asal Nagari VII Koto Talago ini tak pernah menyangka bahwa gubuk panggung ukuran 4×5 meter miliknya akan kedatangan tamu istimewa. Kamis (19/2/2026), Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, hadir membawa harapan baru melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Aksi nyata ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Baznas untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem di pelosok daerah. Akmal, yang hidup sebatang kara setelah istrinya wafat dan ketiga putranya merantau, selama ini bertahan dengan penghasilan tak menentu. Upah Rp50 ribu per hari sebagai kuli tani hanya cukup untuk menyambung nyawa, mustahil untuk memperbaiki rumah tanpa fasilitas sanitasi tersebut.
Kekuatan Zakat untuk Hunian Layak
Vasko menegaskan bahwa bantuan senilai Rp25 juta yang disalurkan melalui Baznas ini merupakan murni dana umat. Ia menepis anggapan bahwa ini adalah bantuan pribadi, melainkan amanah zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat Sumatera Barat.
“Tugas pemerintah adalah memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat. Hunian layak adalah hak dasar yang harus dirasakan setiap warga Sumbar agar mereka bisa memulai kehidupan yang lebih berkualitas,” ujar Vasko saat meninjau langsung kondisi rumah Akmal yang memprihatinkan.
Gotong Royong Sebagai Mesin Pembangunan
Uniknya, proses pengerjaan rumah Akmal tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Vasko menginstruksikan aparat setempat untuk menggerakkan budaya gotong royong warga sekitar. Pola ini diambil agar proses pembangunan berjalan lebih cepat, efisien, dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, yang turut mendampingi, mengapresiasi langkah cepat ini. Menurutnya, kehadiran fisik Wagub di lokasi memberikan suntikan moral bagi warga kurang mampu. Akmal sendiri tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan simbolis dan paket sembako di depan rumah kayunya yang kini bersiap untuk bersalin rupa menjadi bangunan permanen yang aman.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.