Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 14 Feb 2026 13:27 WIB ·

Teknologi RAS Banjareja: Panen Satu Ton Nila Lahan Sempit


					Teknologi RAS Banjareja: Panen Satu Ton Nila Lahan Sempit Perbesar

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Banjareja di Kecamatan Kuwarasan kini tidak lagi mengandalkan cara tradisional untuk mencetak ketahanan pangan. Melalui BUMDes Sri Manunggal, desa ini resmi mengadopsi teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) guna memproduksi ikan nila kualitas premium dalam waktu singkat.

Sistem RAS ini memungkinkan efisiensi lahan yang luar biasa. Meski hanya menggunakan empat kolam besar, BUMDes Sri Manunggal mampu menampung populasi padat mencapai 1.800 ekor bibit per kolam. Targetnya pun ambisius: panen hingga satu ton ikan nila setiap siklus tiga bulan.

Direktur BUMDes Sri Manunggal, Bambang Darmono, menjelaskan bahwa keunggulan utama teknologi ini terletak pada sirkulasi air yang bekerja nonstop selama 24 jam. “Air kolam terus difiltrasi dan diolah kembali agar kualitasnya tetap optimal bagi pertumbuhan ikan,” ujar Bambang saat ditemui di kantornya.

Kualitas Premium Tanpa Bau Tanah
Berbeda dengan kolam konvensional yang airnya cenderung tenang dan berisiko kotor, sistem RAS memadukan filtrasi mekanis, biologis, hingga penyinaran ultraviolet (UV). Hasilnya, air tetap jernih dan bebas bakteri jahat.

Efek positifnya langsung terasa pada hasil produksi. Ikan nila yang dibudidayakan dengan sistem ini diklaim memiliki kualitas premium dengan daging yang lebih bersih. Selain itu, konsumen tidak akan menemukan bau tanah (off-flavor) yang biasanya menjadi keluhan utama pada ikan nila hasil kolam biasa.

Menjadi Blueprint Perikanan Modern Kebumen
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Desa Banjareja. Menurutnya, inovasi ini adalah jawaban atas tuntutan pasar yang menginginkan pasokan ikan yang stabil dan berkualitas tinggi.

“Budidaya ikan nila berbasis teknologi RAS di Banjareja diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kebumen dalam mengoptimalkan potensi perikanan secara modern dan ramah lingkungan,” tutur Asep.

Dengan keberhasilan BUMDes Sri Manunggal, modernisasi sektor perikanan di tingkat desa bukan lagi sekadar impian, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Tudingan Sepihak: Kades Nyonyifi Resmi Laporkan Darwis Yusuf Atas Dugaan Penyerobotan Lahan

25 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sinergi Gotong Royong Wali Murid Warnai Kelulusan SDN Bantarjaya 05 Bekasi

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM