Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 7 Feb 2026 01:46 WIB ·

Wajah Baru Lampung: Desa Kini Jadi Mesin Pengentas Kemiskinan


					Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution Perbesar

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution

Bandar Lampung, Lampung [DESA MERDEKA] Narasi kemiskinan di Provinsi Lampung kini tengah berganti babak. Jika biasanya pusat kota menjadi primadona pertumbuhan, data terbaru menunjukkan bahwa wilayah perdesaan justru menjadi motor utama penurunan angka kemiskinan di Bumi Ruwa Jurai.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, angka kemiskinan Lampung sukses menyusut ke level satu digit, yakni 9,66 persen. Penurunan ini setara dengan 26,9 ribu orang yang berhasil keluar dari garis kemiskinan sejak Maret 2025.

Akselerasi Desa Melampaui Kota
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan fenomena menarik dalam tren ini. Meski angka kemiskinan di desa (10,88%) secara persentase masih lebih tinggi dibanding kota (7,37%), kecepatan penurunan di desa berlangsung jauh lebih agresif.

“Akselerasi penurunan kemiskinan di wilayah perdesaan berlangsung lebih cepat dibandingkan perkotaan, baik secara semesteran maupun tahunan,” ujar Ahmadriswan dalam rilis resmi, Kamis (5/2/2026).

Indikator kualitas hidup pun membaik secara signifikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) perdesaan terjun bebas dari 1,893 ke 1,472. Hal ini menandakan bahwa kantong-kantong kemiskinan di desa tidak lagi “dalam”—pengeluaran warga miskin kini semakin mendekat ke garis kemiskinan dan siap untuk segera mandiri.

Pemerataan dan Lonjakan Produksi Padi
Efek dominonya tidak berhenti di situ. Ketimpangan antar-warga miskin di perdesaan juga semakin menyempit, yang tercermin dari penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,439 ke 0,303. Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran secara umum (Gini Ratio) Provinsi Lampung tetap terjaga rendah di angka 0,287.

Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. BPS mencatat tiga pilar utama di balik tren positif ini:

  • Produksi Padi: Terjadi lonjakan produksi padi hingga 22,98 persen pada Subround III 2025.
  • Ekonomi Stabil: Pertumbuhan ekonomi Lampung konsisten di angka 5,04 persen (yoy).
  • Lapangan Kerja: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkendali di angka 4,89 persen.

Data ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi yang menyasar sektor agraris dan pembangunan perdesaan di Lampung mulai membuahkan hasil nyata. Lampung tidak hanya sekadar menurunkan angka, tetapi juga mempersempit jurang kesenjangan sosial secara berkualitas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PEMPROV SUMBAR: PEMULIHAN PASCABENCANA DAN PERAWATAN ASET MENJADI PRIORITAS

7 Juni 2026 - 10:52 WIB

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Dinsos Jombang Salurkan Bantuan ATENSI 2026 kepada 34 Penerima Manfaat untuk Kembangkan Usaha

26 Mei 2026 - 17:20 WIB

Trending di PEMDA