Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Insiden dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sungai Rumbai, Dharmasraya, pada Rabu (4/2/2026), memicu gelombang kritik di media sosial. Namun, Ketua Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Sumatera Barat, Patriot Rieldo Perdana, menegaskan bahwa solusi atas masalah ini bukanlah penghentian program, melainkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawas independen.
Langkah ini diambil menyusul keresahan ratusan siswa dan orang tua di Dharmasraya, yang juga pernah terjadi di Kabupaten Agam pada Oktober tahun lalu. Patriot menilai insiden tersebut merupakan kegagalan quality control di tingkat pelaksana lapangan, bukan cacat pada konsep program prioritas nasional tersebut.
“Kejadian ini bersifat insidental akibat lemahnya pengendalian mutu, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Fokus kita sekarang adalah evaluasi total, bukan menyerah pada program,” ujar Patriot, Jumat (6/2/2026).
Lawan Narasi “Hentikan MBG” di Medsos
Patriot menyoroti sentimen negatif di media sosial yang mendesak pemerintah menghentikan program MBG pasca-insiden Dharmasraya. Menurutnya, reaksi tersebut perlu disikapi secara proporsional. Program peningkatan gizi anak bangsa terlalu berharga untuk dihentikan hanya karena kendala teknis operasional yang bisa diperbaiki.
Sebagai langkah konkret, GMI Sumbar resmi menginisiasi pembentukan Satgas MBG. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan lapangan secara mandiri dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan siswa memenuhi standar keamanan pangan.
Pengawasan Kolektif sebagai Kunci
Kehadiran Satgas ini diharapkan mampu menutup celah kelalaian yang selama ini terjadi di daerah. Patriot yang juga kader Partai Gerindra ini menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati agar kepercayaan publik kembali pulih.
“Pembentukan Satgas MBG adalah bentuk peran aktif milenial untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak gizinya dengan aman. Kami ingin program ini transparan dan akuntabel hingga ke pelosok daerah,” tambahnya.
Melalui penguatan pengawasan ini, GMI Sumbar optimistis tujuan besar Program Makan Bergizi Gratis untuk mencetak generasi unggul tetap berada di jalur yang benar, sekaligus meminimalisir risiko kesehatan di masa mendatang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.