Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 6 Feb 2026 13:06 WIB ·

Bukan Hentikan Program, GMI Sumbar Bentuk Satgas Makan Gratis


					Bukan Hentikan Program, GMI Sumbar Bentuk Satgas Makan Gratis Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Insiden dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sungai Rumbai, Dharmasraya, pada Rabu (4/2/2026), memicu gelombang kritik di media sosial. Namun, Ketua Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Sumatera Barat, Patriot Rieldo Perdana, menegaskan bahwa solusi atas masalah ini bukanlah penghentian program, melainkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawas independen.

Langkah ini diambil menyusul keresahan ratusan siswa dan orang tua di Dharmasraya, yang juga pernah terjadi di Kabupaten Agam pada Oktober tahun lalu. Patriot menilai insiden tersebut merupakan kegagalan quality control di tingkat pelaksana lapangan, bukan cacat pada konsep program prioritas nasional tersebut.

“Kejadian ini bersifat insidental akibat lemahnya pengendalian mutu, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Fokus kita sekarang adalah evaluasi total, bukan menyerah pada program,” ujar Patriot, Jumat (6/2/2026).

Lawan Narasi “Hentikan MBG” di Medsos
Patriot menyoroti sentimen negatif di media sosial yang mendesak pemerintah menghentikan program MBG pasca-insiden Dharmasraya. Menurutnya, reaksi tersebut perlu disikapi secara proporsional. Program peningkatan gizi anak bangsa terlalu berharga untuk dihentikan hanya karena kendala teknis operasional yang bisa diperbaiki.

Sebagai langkah konkret, GMI Sumbar resmi menginisiasi pembentukan Satgas MBG. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan lapangan secara mandiri dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan siswa memenuhi standar keamanan pangan.

Pengawasan Kolektif sebagai Kunci
Kehadiran Satgas ini diharapkan mampu menutup celah kelalaian yang selama ini terjadi di daerah. Patriot yang juga kader Partai Gerindra ini menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati agar kepercayaan publik kembali pulih.

“Pembentukan Satgas MBG adalah bentuk peran aktif milenial untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak gizinya dengan aman. Kami ingin program ini transparan dan akuntabel hingga ke pelosok daerah,” tambahnya.

Melalui penguatan pengawasan ini, GMI Sumbar optimistis tujuan besar Program Makan Bergizi Gratis untuk mencetak generasi unggul tetap berada di jalur yang benar, sekaligus meminimalisir risiko kesehatan di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Camat Hasyim Adnan Adha Konsolidasikan 12 Pj Kades se-Kecamatan Pebayuran

29 September 2026 - 11:51 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM