Bojonegoro, Jawa Timur[DESA MERDEKA] – Di tengah arus modernisasi, Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, membuktikan bahwa teknologi bukan hanya milik warga kota. Desa ini baru saja dinobatkan sebagai Juara Harapan II Lomba Desa Digital Nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung dalam peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).
Keberhasilan ini bukan sekadar tentang aplikasi atau koneksi internet cepat, melainkan transformasi mentalitas birokrasi desa. Desa Kauman berhasil mengubah wajah pelayanan publik yang dulunya dianggap kaku menjadi lebih transparan, inovatif, dan partisipatif melalui integrasi teknologi digital.

Membangun dari “Superteam”, Bukan “Superman”
Hadir dalam penganugerahan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyaksikan bagaimana visi desa masa depan mulai terbentuk. Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, dalam orasinya menekankan bahwa kemajuan 75.266 desa di Indonesia tidak bisa digerakkan secara individual.
“Kita bukan superman, tetapi superteam. Mari bangkitkan energi positif dan hilangkan prasangka tidak bermutu di tengah rakyat,” tegas Yandri. Menurutnya, Desa Kauman adalah contoh nyata bagaimana kerja kolektif masyarakat dan pemerintah desa dapat mendukung Asta Cita ke-6, yaitu membangun Indonesia dari bawah demi pemerataan ekonomi.
Sejalan dengan itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang turut hadir menambahkan bahwa desa kini menjadi ujung tombak kebijakan nasional. Digitalisasi di tingkat desa, seperti yang dilakukan Kauman, menjadi kunci krusial dalam mempercepat ketahanan pangan dan penguatan layanan dasar yang berkelanjutan.
Obsesi Menjadi Desa Cerdas (Smart Village)
Kepala Desa Kauman, Yulia Purwaningtyasari, menyadari bahwa penghargaan ini hanyalah awal dari perjalanan panjang. Baginya, digitalisasi adalah alat untuk mencapai akuntabilitas pemerintahan yang lebih tinggi.
“Penghargaan ini motivasi bagi kami untuk menjadikan Desa Kauman sebagai desa cerdas (smart village). Kami ingin akses layanan publik semakin mudah dan keterbukaan informasi bukan lagi sekadar slogan,” ujar Yulia dengan penuh syukur.
Prestasi Desa Kauman ini diharapkan memicu efek domino bagi desa-desa lain di Kabupaten Bojonegoro. Dengan teknologi, desa tidak lagi menjadi penonton dalam pembangunan nasional, melainkan menjadi pusat siklus ekonomi yang mandiri dan berdaya saing global.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.