Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 18 Jan 2026 15:05 WIB ·

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro


					Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro Perbesar

Bojonegoro, Jawa Timur[DESA MERDEKA] Di tengah arus modernisasi, Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, membuktikan bahwa teknologi bukan hanya milik warga kota. Desa ini baru saja dinobatkan sebagai Juara Harapan II Lomba Desa Digital Nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung dalam peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).

Keberhasilan ini bukan sekadar tentang aplikasi atau koneksi internet cepat, melainkan transformasi mentalitas birokrasi desa. Desa Kauman berhasil mengubah wajah pelayanan publik yang dulunya dianggap kaku menjadi lebih transparan, inovatif, dan partisipatif melalui integrasi teknologi digital.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono (batik kuning) berfoto bersama dengan Kepala Desa Kauman dan jajarannya. (Image courtesy: Ketik.com)

Membangun dari “Superteam”, Bukan “Superman”
Hadir dalam penganugerahan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyaksikan bagaimana visi desa masa depan mulai terbentuk. Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, dalam orasinya menekankan bahwa kemajuan 75.266 desa di Indonesia tidak bisa digerakkan secara individual.

“Kita bukan superman, tetapi superteam. Mari bangkitkan energi positif dan hilangkan prasangka tidak bermutu di tengah rakyat,” tegas Yandri. Menurutnya, Desa Kauman adalah contoh nyata bagaimana kerja kolektif masyarakat dan pemerintah desa dapat mendukung Asta Cita ke-6, yaitu membangun Indonesia dari bawah demi pemerataan ekonomi.

Sejalan dengan itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang turut hadir menambahkan bahwa desa kini menjadi ujung tombak kebijakan nasional. Digitalisasi di tingkat desa, seperti yang dilakukan Kauman, menjadi kunci krusial dalam mempercepat ketahanan pangan dan penguatan layanan dasar yang berkelanjutan.

Obsesi Menjadi Desa Cerdas (Smart Village)
Kepala Desa Kauman, Yulia Purwaningtyasari, menyadari bahwa penghargaan ini hanyalah awal dari perjalanan panjang. Baginya, digitalisasi adalah alat untuk mencapai akuntabilitas pemerintahan yang lebih tinggi.

“Penghargaan ini motivasi bagi kami untuk menjadikan Desa Kauman sebagai desa cerdas (smart village). Kami ingin akses layanan publik semakin mudah dan keterbukaan informasi bukan lagi sekadar slogan,” ujar Yulia dengan penuh syukur.

Prestasi Desa Kauman ini diharapkan memicu efek domino bagi desa-desa lain di Kabupaten Bojonegoro. Dengan teknologi, desa tidak lagi menjadi penonton dalam pembangunan nasional, melainkan menjadi pusat siklus ekonomi yang mandiri dan berdaya saing global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Trending di RAGAM