Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 8 Jan 2026 14:30 WIB ·

Desa Jadi ‘Bank Darah’ Raksasa, Solusi Krisis Stok Darah Nasional


					Desa Jadi ‘Bank Darah’ Raksasa, Solusi Krisis Stok Darah Nasional Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meluncurkan gagasan progresif yang memposisikan masyarakat desa sebagai garda terdepan penyelamat nyawa. Alih-alih hanya menjadi objek pembangunan, warga di 75.266 desa di seluruh Indonesia kini didorong menjadi penyuplai utama kebutuhan darah nasional melalui Gerakan Donor Darah dari Desa.

Langkah ini diambil untuk menutup celah defisit stok darah nasional yang mencapai 5,6 juta kantong per tahun. Mendes Yandri menegaskan bahwa potensi besar dari pelosok desa harus dioptimalkan agar Indonesia tidak lagi mengalami kelangkaan persediaan darah saat situasi darurat.

“Kami akan menjadikan ini gerakan masif di seluruh desa, bukan sekadar agenda seremoni tahunan dalam rangkaian Hari Desa,” tegas Yandri Susanto di hadapan jajaran PMI DKI Jakarta di Operational Room Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Mematahkan Stigma dengan Literasi Kesehatan
Menariknya, gerakan ini tidak hanya soal pengumpulan kantong darah, tetapi juga misi besar membedah stigma. Selama ini, sebagian masyarakat desa masih merasa tabu atau takut terhadap efek donor darah. Untuk itu, Kemendes PDT akan menggandeng Kementerian Kesehatan dan PMI guna mengedukasi warga bahwa donor darah justru menjadi indikator kesehatan bagi pendonor sekaligus penolong bagi penerima.

Yandri optimistis, dengan melibatkan perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai sosok yang dipercaya (local influencers), masyarakat akan lebih sukarela berkontribusi bagi Republik.

Inspirasi dari Hari Desa 2026
Sebagai pilot project, Kemendes PDT telah memulai aksi nyata melalui donor darah massal yang diikuti ratusan pegawai lintas unit kerja dalam rangka Peringatan Hari Desa 2026. Proses ini melibatkan pengawasan medis ketat, termasuk dari RS Fatmawati, guna memastikan darah yang terkumpul aman dari penyakit menular.

Wakil Ketua PMI DKI Jakarta, Eko Witjaksono, memuji langkah cerdas ini. Menurutnya, keterlibatan puluhan ribu desa akan menciptakan ketahanan stok darah yang luar biasa. Jika satu desa rutin menyumbangkan beberapa kantong darah saja, target 5,6 juta kantong nasional akan jauh lebih mudah tercapai secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi simbol baru kedaulatan desa: bahwa desa tidak hanya mengirimkan hasil bumi ke kota, tetapi juga mengirimkan “kehidupan” melalui tetesan darah warganya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nanda Satria Hadiri Malam Puncak HUT RI di Purus

7 September 2026 - 13:41 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dari Voucher Seharga 10 ribu, Yogi Berakhir di Balik Jeruji

27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di RAGAM