Mahasiswa ITS Ubah Permukiman Kumuh Surabaya dengan Hidroponik Otomatis
Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menghadirkan solusi pertanian urban berbasis teknologi di kawasan padat penduduk Keputih Tegal Gang IX, Sukolilo, Surabaya. Mahasiswa dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini mengaplikasikan sistem hidroponik vertikal dengan penyiraman otomatis berbasis waktu untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit sekaligus menciptakan alternatif sumber penghasilan baru bagi warga.
Program inovatif ini bertujuan ganda: memberikan alternatif sumber pendapatan berkelanjutan dan mengatasi masalah lingkungan di wilayah yang selama ini dikenal menghadapi tantangan sosial ekonomi signifikan, termasuk tingginya populasi pemulung dan kondisi permukiman yang terkesan kurang sehat. Dengan teknologi sederhana, program ini diharapkan dapat membantu warga Keputih Tegal meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Solusi Ketahanan Ekonomi di Lahan Sempit
Keputih Tegal Gang IX dipilih sebagai lokasi KKN karena kompleksitas masalahnya. Sebagian besar warga memiliki tingkat pendapatan yang cenderung tidak stabil. Kondisi ini diperparah dengan pemukiman yang kurang tertata akibat aktivitas pemulung yang berlangsung lama.
Ketua Pelaksana KKN, Rafli Maulana, menjelaskan bahwa inovasi teknologi ini diharapkan menjadi katalis untuk perubahan positif. “Melalui program KKN ini, kami berharap dapat membantu masyarakat Keputih Tegal Gang IX dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan mewujudkan mata pencaharian yang lebih produktif dan berkelanjutan melalui pertanian urban berbasis teknologi,” papar Rafli.
Sistem hidroponik vertikal ini sangat ideal untuk area urban karena efisiensi penggunaannya terhadap air dan lahan. Dengan desain vertikal, menanam berbagai jenis sayuran tidak lagi memerlukan halaman yang luas. Selain itu, fitur penyiraman otomatis berbasis waktu memudahkan perawatan, memastikan tanaman mendapatkan nutrisi optimal tanpa perlu diawasi terus-menerus, dan sangat cocok bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu.
Kegiatan KKN yang berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 26 Juli hingga 26 Agustus 2025, ini tidak hanya berfokus pada instalasi rangka dan praktik penanaman bibit. Namun, juga memberikan pelatihan mendalam kepada warga mengenai metode pertanian yang efisien air dan lahan, serta pengoperasian teknologi otomatis. Rafli menambahkan, penerapan inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen ITS untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Inisiatif mahasiswa ITS ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin dari Sustainable Development Goals (SDGs) global. Kontribusi utamanya mencakup:
- SDG Poin 1 (Tanpa Kemiskinan): Dengan menyediakan mata pencaharian alternatif yang stabil.
- SDG Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui penciptaan kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
- SDG Poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): Dengan memperbaiki kualitas lingkungan pemukiman melalui pemanfaatan lahan secara estetis dan fungsional, serta memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan.
Instalasi sistem hidroponik otomatis ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di area padat penduduk lain di Surabaya, membuktikan bahwa teknologi pertanian dapat menjadi solusi bagi tantangan ekonomi dan lingkungan di perkotaan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.