Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 14 Nov 2025 08:48 WIB ·

KKN ITS Terapkan Hidroponik Otomatis, Ubah Lahan Sempit Jadi Cuan


					Praktik penanaman bibit pada sistem hidroponik vertikal oleh tim mahasiswa KKN SOLVENT ITS bersama warga Keputih Tegal Gang IX, Sukolilo, Surabaya (image courtesy: its.ac.id) Perbesar

Praktik penanaman bibit pada sistem hidroponik vertikal oleh tim mahasiswa KKN SOLVENT ITS bersama warga Keputih Tegal Gang IX, Sukolilo, Surabaya (image courtesy: its.ac.id)

Mahasiswa ITS Ubah Permukiman Kumuh Surabaya dengan Hidroponik Otomatis

Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menghadirkan solusi pertanian urban berbasis teknologi di kawasan padat penduduk Keputih Tegal Gang IX, Sukolilo, Surabaya. Mahasiswa dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini mengaplikasikan sistem hidroponik vertikal dengan penyiraman otomatis berbasis waktu untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit sekaligus menciptakan alternatif sumber penghasilan baru bagi warga.

Program inovatif ini bertujuan ganda: memberikan alternatif sumber pendapatan berkelanjutan dan mengatasi masalah lingkungan di wilayah yang selama ini dikenal menghadapi tantangan sosial ekonomi signifikan, termasuk tingginya populasi pemulung dan kondisi permukiman yang terkesan kurang sehat. Dengan teknologi sederhana, program ini diharapkan dapat membantu warga Keputih Tegal meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Warga Keputih Tegal Gang IX Surabaya usai sosialisasi sistem hidroponik vertikal dengan penyiraman otomatis berbasis waktu yang dipresentasikan oleh Tim KKN SOLVENT ITS (image courtesy: its.ac.id)

Solusi Ketahanan Ekonomi di Lahan Sempit
Keputih Tegal Gang IX dipilih sebagai lokasi KKN karena kompleksitas masalahnya. Sebagian besar warga memiliki tingkat pendapatan yang cenderung tidak stabil. Kondisi ini diperparah dengan pemukiman yang kurang tertata akibat aktivitas pemulung yang berlangsung lama.

Ketua Pelaksana KKN, Rafli Maulana, menjelaskan bahwa inovasi teknologi ini diharapkan menjadi katalis untuk perubahan positif. “Melalui program KKN ini, kami berharap dapat membantu masyarakat Keputih Tegal Gang IX dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan mewujudkan mata pencaharian yang lebih produktif dan berkelanjutan melalui pertanian urban berbasis teknologi,” papar Rafli.

Sistem hidroponik vertikal ini sangat ideal untuk area urban karena efisiensi penggunaannya terhadap air dan lahan. Dengan desain vertikal, menanam berbagai jenis sayuran tidak lagi memerlukan halaman yang luas. Selain itu, fitur penyiraman otomatis berbasis waktu memudahkan perawatan, memastikan tanaman mendapatkan nutrisi optimal tanpa perlu diawasi terus-menerus, dan sangat cocok bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu.

Kegiatan KKN yang berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 26 Juli hingga 26 Agustus 2025, ini tidak hanya berfokus pada instalasi rangka dan praktik penanaman bibit. Namun, juga memberikan pelatihan mendalam kepada warga mengenai metode pertanian yang efisien air dan lahan, serta pengoperasian teknologi otomatis. Rafli menambahkan, penerapan inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen ITS untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Instalasi rangka sistem hidroponik vertikal dengan penyiraman otomatis berbasis waktu di lokasi KKN SOLVENT ITS di Keputih Tegal Gang IX, Sukolilo, Surabaya (image courtesy: its.ac.id)

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Inisiatif mahasiswa ITS ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin dari Sustainable Development Goals (SDGs) global. Kontribusi utamanya mencakup:

  • SDG Poin 1 (Tanpa Kemiskinan): Dengan menyediakan mata pencaharian alternatif yang stabil.
  • SDG Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui penciptaan kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
  • SDG Poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): Dengan memperbaiki kualitas lingkungan pemukiman melalui pemanfaatan lahan secara estetis dan fungsional, serta memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan.

Instalasi sistem hidroponik otomatis ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di area padat penduduk lain di Surabaya, membuktikan bahwa teknologi pertanian dapat menjadi solusi bagi tantangan ekonomi dan lingkungan di perkotaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Membangun Benteng Akhlak, Menjaga Masa Depan Desa

31 Mei 2026 - 21:23 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Desa Semakin Berdaya

28 Mei 2026 - 14:21 WIB

Digitalisasi Pendidikan Sumatera Barat: Kelas IT Mulai Diuji Coba

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Pesantren Pringsewu Kini Tangguh Hadapi Risiko Mitigasi Bencana

23 Mei 2026 - 09:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN