Pertama di Indonesia, Pringsewu Inisiasi Sekolah Desa Khusus Bidang Infrastruktur
Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] – Kabupaten Pringsewu, Lampung, mencatat sejarah baru dengan menjadi daerah pertama di Provinsi Lampung, bahkan di Indonesia, yang menginisiasi kegiatan Sekolah Desa khusus Bidang Infrastruktur. Program inovatif ini digelar oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Pringsewu di Aula Kecamatan Pringsewu, pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Kegiatan ini secara spesifik menargetkan seluruh Kaur Perencanaan Desa se-Kecamatan Pringsewu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menyusun rencana dan anggaran kegiatan pembangunan infrastruktur secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Tekankan Transparansi dan Manfaat Tepat Sasaran
Camat Pringsewu, Christianto Hariadinata Sani, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi solusi nyata dalam merencanakan pembangunan yang terukur, transparan, dan tepat sasaran.
“Sekolah Desa Bidang Infrastruktur ini diharapkan dapat membantu aparatur desa semakin memahami tata cara penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta pelaksanaan pembangunan yang taat aturan. Dengan demikian, hasil pembangunan fisik di desa benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat,” ujar Camat Pringsewu, menekankan pentingnya kualitas dan legalitas dalam setiap proyek desa.
TPP Pringsewu: Momentum Penting Perkuat Kapasitas
Koordinator Kabupaten TPP P3MD Pringsewu, Riyadi Murdoko, menegaskan bahwa inisiasi Sekolah Desa ini merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menjadikan Pringsewu pelopor di tingkat nasional.
“Ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat kapasitas desa, khususnya dalam hal pembangunan fisik. Mengingat ketersediaan dana desa yang besar harus dibarengi dengan kompetensi yang mumpuni dari aparatur desa,” ungkap Riyadi.
Ia menambahkan, pihaknya berharap program unggulan ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Pringsewu. Ke depan, Riyadi mengharapkan agar model kegiatan Sekolah Desa Bidang Infrastruktur ini dapat direplikasi dan diimplementasikan di seluruh kecamatan lain di Provinsi Lampung, menjadikannya standar baru dalam tata kelola pembangunan desa.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis dan spesifik, bukan sekadar teori. Selain meningkatkan kompetensi teknis Kaur Perencanaan Desa, Sekolah Desa ini juga berfungsi memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, tim pendamping desa, dan pemerintah kabupaten dalam mewujudkan visi pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkualitas. Dengan kemampuan penyusunan RAB yang lebih baik dan pemahaman regulasi yang mendalam, desa-desa di Pringsewu diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan administrasi dan memaksimalkan output dari dana desa yang dikelola.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.