Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 26 Sep 2025 06:12 WIB ·

Atasi Bencana, Sumbar Fokus Konservasi DAS dan Mangrove


					Atasi Bencana, Sumbar Fokus Konservasi DAS dan Mangrove Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) secara serius menanggapi ancaman bencana hidrometeorologi dengan menggelar Workshop Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai dan sekaligus mengukuhkan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Sumbar pada Rabu (24/9/2025) di Auditorium Istana Gubernur. Kegiatan ini menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci mitigasi risiko.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya menyoroti kondisi kritis DAS Anai, yang memiliki luas sekitar 682,4 km² dan melintasi empat wilayah: Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Kota Padang. Menurut Mahyeldi, kawasan vital ini kini berada di bawah tekanan berat akibat aktivitas perusakan lingkungan, seperti tambang ilegal, alih fungsi lahan yang masif, dan rendahnya kesadaran kolektif masyarakat.

“Kondisi ini menimbulkan dampak serius berupa banjir, longsor, erosi, kekeringan, hingga terganggunya ekosistem sungai,” ujar Mahyeldi. Untuk mengatasi krisis ini, Gubernur menjabarkan empat langkah utama yang harus segera dieksekusi: rehabilitasi dan konservasi kawasan, penegakan hukum yang tegas, penertiban pemanfaatan lahan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta peningkatan kesadaran kolektif seluruh pihak. Mahyeldi menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan demi menjaga keseimbangan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Pengukuhan KKMD: Melawan Ancaman di Pesisir
Selain fokus pada DAS Anai, acara tersebut juga menjadi momen pengukuhan KKMD Sumbar sebagai bagian dari upaya perlindungan wilayah pesisir. Dalam arahannya, Mahyeldi menetapkan tiga instruksi utama bagi KKMD: memperkuat aksi konservasi dan rehabilitasi mangrove, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, dan menjadikan KKMD sebagai platform koordinasi, pemantauan, dan evaluasi program mangrove di tingkat provinsi.

Gubernur juga menunjuk dua tantangan besar yang dihadapi ekosistem mangrove Sumbar: penebangan ilegal, alih fungsi lahan, pencemaran sampah dan limbah, serta konflik sosial-ekonomi terkait kepemilikan lahan di wilayah pesisir.

Mendukung langkah Pemprov Sumbar, Dr. Ristianto Pribadi, Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan RI, menekankan pentingnya peran publik dan inovasi pembiayaan dalam mendukung konservasi. “KKMD Sumbar diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Komitmen pemerintah daerah sangat penting dalam pengelolaan DAS dan mangrove dengan melibatkan pemerintah pusat, daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan LSM,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, Pemprov Sumbar berharap pengelolaan DAS Anai dan ekosistem mangrove dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan, tetapi juga sebagai upaya mitigasi efektif terhadap risiko bencana hidrometeorologi yang semakin mengancam.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN