Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 17 Sep 2025 21:22 WIB ·

UGJ Cirebon Apresiasi Konservasi Flora Desa Menari Berbasis QR


					UGJ Cirebon Apresiasi Konservasi Flora Desa Menari Berbasis QR Perbesar

Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan Sains Universitas Sunan Gunung Jati (UGJ) Cirebon, merespons positif model konservasi flora lokal berbasis QR-Code yang diterapkan di Desa Wisata Menari, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Program ini mempermudah mahasiswa UGJ untuk mempelajari keanekaragaman flora lokal di desa tersebut selama kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Dalam KKL tersebut, para mahasiswa menjelajahi lahan pertanian dan pekarangan desa, memanfaatkan papan edukasi flora yang dilengkapi dengan sistem informasi digital berupa QR-Code. Menurut Tarmidzi, seorang staf dosen UGJ yang mendampingi, inovasi ini sangat bermanfaat. “Pengetahuan masyarakat tentang jenis flora lokal sudah semakin menurun sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, sistem ini memungkinkan mahasiswa dan masyarakat untuk mengetahui asal-usul, sebaran, dan kegunaan flora bagi Dusun Tanon, Desa Menari. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW yang sudah menginisiasi pembuatan QR-Code flora lokal di Desa Menari,” lanjut Tarmidzi.

Papan edukasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Pengabdian Masyarakat dari FPB UKSW Salatiga dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Unika Soegijapranata Semarang. Proyek konservasi dan promosi keanekaragaman flora ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), didukung oleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025.

Ketua pelaksana program, Yoga Aji Handoko, dosen dari FPB UKSW, menjelaskan bahwa program ini telah disosialisasikan sejak Juli 2025 dan direalisasikan pada Agustus hingga September 2025. Dengan adanya papan edukasi ini, masyarakat dan wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi lengkap mengenai flora, mulai dari nama ilmiah, ekologi, morfologi, klasifikasi, teknik budidaya, pemanfaatan, hingga status konservasinya.

Widhi Handayani, dosen dari FITL Unika Soegijapranata, menambahkan bahwa papan edukasi tersebut juga menjadi sarana pembelajaran efektif bagi generasi muda dan memudahkan pemantauan upaya pelestarian flora. Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya konservasi flora lokal semakin meningkat, sekaligus mendukung potensi pariwisata edukatif di Desa Menari.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK