Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Agu 2025 20:24 WIB ·

Indonesia Harus Berani Bangun Desa untuk Sejajar Bangsa Besar


					Indonesia Harus Berani Bangun Desa untuk Sejajar Bangsa Besar Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman menekankan bahwa membangun dari desa adalah kunci utama bagi Indonesia untuk bisa sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Menurut Iftitah, kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih atau modal besar, melainkan juga oleh sumber daya manusia yang berani berinovasi, berkolaborasi, dan bergerak hingga ke pelosok. Ia mencontohkan beberapa negara maju yang berhasil berkat strategi pembangunan pedesaan yang terpadu.

“Kita bisa belajar dari Korea Selatan dengan Gerakan Desa Baru (Saemaul Undong) yang berhasil membangun desa-desa modern, atau Tiongkok yang sukses mengangkat ratusan juta warganya dari kemiskinan melalui strategi pembangunan pedesaan terpadu,” jelas Iftitah. Ia juga menyinggung Jerman yang membangun sistem ekonomi lokal yang menopang industri, serta Amerika Serikat yang menumbuhkan daerah-daerah baru (frontier) dengan tanah dan kesempatan luas.

Transmigrasi sebagai Jembatan Pembangunan Berbasis Riset
Iftitah meyakini bahwa transmigrasi adalah salah satu jalan untuk mewujudkan visi tersebut. Di sinilah peran krusial Tim Ekspedisi Patriot (TEP), sebuah program yang dirancang sebagai jembatan antara dunia akademis dan dunia kebijakan. Program ini bertujuan untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di “menara gading,” tetapi dapat langsung diimplementasikan di lapangan.

Berbeda dari penelitian atau kegiatan pengabdian yang sering kali berakhir hanya sebagai laporan, TEP berfokus pada hasil nyata. Tim ini bertugas menyusun rekomendasi kebijakan, merancang strategi ekonomi dan investasi, serta menghasilkan solusi terintegrasi di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sains, sosial, hingga teknologi.

Misi utama TEP adalah melakukan riset mendalam dan pemetaan potensi ekonomi untuk menyukseskan program Astacita di kawasan transmigrasi. Tujuannya adalah mengubah kawasan tersebut menjadi pusat pertumbuhan baru bagi bangsa.

Strategi Berbasis Potensi Lokal dan Inovasi
Dalam menjalankan misinya, TEP akan mengevaluasi kawasan transmigrasi sebagai dasar perumusan kebijakan, mengembangkan potensi lokal menjadi komoditas unggulan, memperkuat tata kelola masyarakat, dan menghadirkan infrastruktur teknologi serta inovasi yang berkelanjutan.

“Semua langkah ini berpijak pada riset dan kajian potensi kawasan agar transmigrasi benar-benar menjadi masa depan di Indonesia. Setiap misi bukan sekadar tugas teknis, melainkan bagian dari janji kemerdekaan,” ungkap Iftitah. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat membangun peradaban baru dan memperkuat ekonomi rakyat, dimulai dari desa-desa terpencil.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM