Kendari, Sulawesi Tenggara [DESA MERDEKA] – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Anastasya Dwi Astuti, seorang siswi berprestasi dari SMAN 2 Kendari, berhasil menorehkan pencapaian gemilang setelah terpilih sebagai salah satu dari 100 Hatta Muda se-Indonesia. Prestasi ini diraih dalam rangkaian perayaan Milad ke-123 Bapak Proklamator, Mohammad Hatta.
Anastasya menjadi satu-satunya wakil dari Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Hatta Aksara Project bersama Yayasan Proklamator Bung Hatta. Program bertajuk Indonesian Students Leadership Training (ISLT) 2025 ini berlangsung selama sepekan, tepatnya dari 11 hingga 17 Agustus 2025, di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Selama kegiatan, para peserta, termasuk Anastasya, dibekali dengan berbagai materi penting. Mereka dilatih untuk mengasah jiwa kepemimpinan, membangun karakter kuat, serta memahami dan meneladani nilai-nilai perjuangan Bung Hatta sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Terpilihnya Anastasya tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa talenta-talenta muda dari Kendari mampu bersaing di tingkat nasional.
Puncak dari rangkaian acara ini ditutup dengan Senam Nusantara di Istana Gubernur Sumatera Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy.
Menurut Ketua Umum Yayasan Proklamator Bung Hatta, Prof. Ris Maizar Rahman, program ini digagas untuk memastikan teladan Bung Hatta terus hidup di kalangan generasi muda. Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal dari proses pembinaan berkelanjutan. Para peserta akan menjalani program mentoring selama tiga bulan ke depan, yang bertujuan untuk menyiapkan mereka menjadi pemimpin OSIS yang inspiratif di seluruh Indonesia.
Atas capaian tersebut, Anastasya mengungkapkan rasa bangganya. “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini dan bangga bisa membawa nama Kendari dan Sultra di tingkat nasional. Semoga ke depannya, lebih banyak lagi siswa-siswi SMAN 2 Kendari yang bisa berprestasi di ajang serupa,” tuturnya.
Prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara lainnya. Kisah Anastasya adalah bukti nyata bahwa dengan percaya diri, keberanian bermimpi, dan kerja keras, setiap individu mampu mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional maupun internasional.
Jurnalis Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.