Pemalang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Ketahanan pangan nasional ternyata tidak melulu soal sawah berhektar-hektar, melainkan bisa dimulai dari selembar polybag di teras rumah. Di Desa Gintung, Kecamatan Comal, para ibu rumah tangga kini mulai menyulap pekarangan sempit mereka menjadi “lumbung sayuran mini” guna memutus ketergantungan pada fluktuasi harga pasar.
Gerakan bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga” yang diinisiasi oleh tim KKN GIAT 12 UNNES pada 3 Agustus 2025 ini menyasar level terkecil pembangunan: meja makan. Dengan menanam kangkung dan cabai secara mandiri, warga desa tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan segar yang lebih sehat dan produktif bagi anggota keluarga.
Kangkung dan Cabai: Strategi Dapur Tangguh
Pemilihan komoditas kangkung dan cabai bukan tanpa alasan. Kangkung dipilih karena siklus panennya yang kilat, hanya memakan waktu 21 hingga 25 hari. Sementara cabai, yang seringkali menjadi pemicu inflasi, dipilih karena nilai ekonomisnya yang tinggi dan frekuensi penggunaannya yang intensif dalam masakan harian masyarakat Desa Gintung.
Ibu-ibu di RT 16 Desa Gintung mendapatkan pembekalan praktis mengenai media tanam polybag. Solusi ini menjadi jawaban telak bagi warga yang selama ini mengeluhkan keterbatasan lahan. Tanpa perlu tanah lapang, kebun mini kini bisa berdiri tegak di balkon, teras, hingga sudut-sudut kecil pekarangan rumah.
Mandiri Pangan Tanpa Modal Besar
Melalui subtema “Gerakan Hijau untuk Keluarga Tangguh Pangan,” mahasiswa membuktikan bahwa kemandirian pangan desa tidak membutuhkan modal selangit. Cukup dengan kemauan, sedikit pengetahuan teknis, dan kebersamaan dalam kelompok arisan, setiap rumah tangga kini bisa menjadi produsen pangan skala kecil.
Kegiatan yang diakhiri dengan pembagian bibit dan polybag ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan berubah menjadi budaya baru. Jika setiap rumah di Desa Gintung memiliki kebun mini, maka kemandirian pangan nasional bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang tumbuh dari piring makan masing-masing warga desa.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.