Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 30 Mei 2025 10:49 WIB ·

Pujian Mengalir Deras: Wagub Vasko, Penjaga Laut Sumatera Barat


					Wagub Sumbar Vasko Ruseimy (kanan) saat melakukan inspeksi langsung kapal ilegal KM Dirga yang diamankan Ditpolairud Polda Sumbar. Perbesar

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy (kanan) saat melakukan inspeksi langsung kapal ilegal KM Dirga yang diamankan Ditpolairud Polda Sumbar.

Padang [DESA MERDEKA] Gelombang apresiasi membanjiri jagat maya, menyasar Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasko Ruseimy. Respons positif ini menyusul ketegasannya memberantas praktik penangkapan ikan menggunakan pukat harimau secara ilegal. Akun media sosial Instagram dan TikTok Wagub Vasko riuh dengan komentar dukungan, mencerminkan besarnya antusiasme publik terhadap komitmennya melindungi nelayan tradisional dan menjaga kelestarian ekosistem laut dari ancaman alat tangkap destruktif tersebut.

Tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan laut tampak jelas dari berbagai pujian. Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @iifskyland, “Belum pernah ada Wagub di Sumbar yang seperti beliau.” Pernyataan ini menegaskan pengakuan publik terhadap kepemimpinan Vasko yang berani dan berbeda. Dukungan lainnya, singkat namun penuh makna, datang dari @pj_akbar, “Semangat da.”

Apresiasi bahkan mengalir lintas provinsi. Akun TikTok @apullumbanbatu, yang mengaku dari Sibolga, Sumatera Utara, menyampaikan terima kasih, “Saya orang Sibolga, saya berterima kasih ke Pak Wagub Sumbar atas ketegasan penindakan pukat harimau yang merusak habitat ikan laut.” Komentar dari akun @pangestuti45 menyoroti dampak jangka panjang terhadap lingkungan laut. “Mantap Bapak tegas terhadap orang yang merusak ekosistem laut. Gimana ke depannya kalau dibiarkan? Kasihan rakyat dan ikan-ikan.”

Komitmen Wagub Vasko tidak berhenti pada pernyataan publik. Pada 12 Mei 2025, ia memimpin langsung patroli laut di perairan perbatasan Sumbar dan Sumut. Operasi ini melibatkan berbagai instansi strategis, seperti Pemerintah Provinsi Sumbar, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan nelayan tradisional Air Bangis. Meskipun sempat terkendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, koordinasi intensif terus dilakukan. Vasko juga aktif berkomunikasi dengan Kepala Polda Sumbar, Inspektur Jenderal Polisi Gatot Tri Suryanta, untuk memastikan penindakan berjalan maksimal. “Keluhan nelayan Air Bangis sudah lama kami terima. Pukat harimau dari luar daerah tidak hanya merusak alam, tetapi juga menyengsarakan nelayan lokal,” tegas Vasko.

Hasil konkret dari upaya tersebut terlihat pada Senin (26/5/2025), ketika Ditpolairud berhasil mengamankan kapal KM Dirga asal Sibolga. Kapal ini membawa 12 orang awak, melebihi batas sesuai Surat Persetujuan Berlayar, serta membawa peralatan trawl dan hasil tangkapan mencapai 2,5 ton ikan.

Pada Selasa malam (27/5/2025), Vasko melakukan inspeksi langsung terhadap kapal dan barang bukti. Ia menyaksikan kondisi parah terumbu karang yang rusak akibat pukat harimau. “Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran terhadap masa depan laut kita. Banyak terumbu karang yang belum berkembang sudah hancur. Ini bukti praktik ini sangat merusak,” ujar Vasko. Ia juga memberikan apresiasi terhadap sinergi yang terjalin antara Ditpolairud, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Alhamdulillah, dengan koordinasi yang baik bersama Polda Sumbar, Dinas Kelautan, dan Kementerian, kita bisa melakukan tindakan tegas. Terima kasih Pak Kapolda dan seluruh jajaran,” ucapnya.

Direktur Polairud Polda Sumbar, Komisaris Besar Marsdianto, mengatakan bahwa proses pemeriksaan terhadap awak kapal sedang berlangsung dan penetapan tersangka akan segera dilakukan. Dukungan luas dari masyarakat membuktikan bahwa langkah tegas yang diambil Wagub Vasko mendapat legitimasi publik. Keberpihakan pada nelayan kecil dan keberlanjutan lingkungan kini menjadi isu utama yang menyatukan suara masyarakat lintas daerah. Langkah yang dilakukan Wagub Vasko juga selaras dengan pesan kuat Pemerintah Provinsi Sumbar bahwa laut bukan tempat untuk dirusak demi keuntungan sesaat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM