Ungaran, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan menanam 100 “Losida” (lodong sisa dapur). Program ini bertujuan mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Jika dilakukan secara masif, pola ini mampu mengurangi volume sampah rumah tangga ke TPS hingga 60 persen,” ungkap Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang, Agus Cahyadi, Rabu (19/3/2025).
DLH berencana memperluas program serupa ke Desa Gemawang (Kecamatan Jambu), Desa Pringsari (Kecamatan Pringapus), dan Desa Kesongo (Kecamatan Tuntang) pada tahun 2025. Desa Kenteng dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan dukungan antusias dari Pemerintah Desa.
Ketua Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII), Lidya Fransiska, menjelaskan bahwa Losida adalah paralon yang ditanam dalam tanah sebagai tempat pembuangan sampah organik. Paralon sepanjang 1,5 meter ini dilubangi di bagian bawah dan ditanam hingga batas lubang teratas.
“Sampah organik dimasukkan ke paralon dan ditutup rapat. Dalam tiga minggu, sampah akan terurai menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanaman,” jelas Lidya.
YPCII bekerja sama dengan DLH menyediakan paralon dan mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah di tingkat rumah tangga.
Kepala Desa Kenteng, Nurtatik, menyatakan bahwa 100 Losida telah ditanam di tujuh dusun. “Warga sangat antusias. Kami terus sosialisasi agar semakin banyak warga memiliki Losida,” ujarnya.
Redaksi Desa Merdeka



">















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.