Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 20 Mar 2025 08:39 WIB ·

Desa Kenteng Tanam 100 “Losida”, Kurangi 60% Sampah ke TPS


					<em>Warga Desa Kenteng menanam "> Perbesar

Warga Desa Kenteng menanam "Losida" (lodong sisa dapur) sebagai upaya mengurangi sampah organik ke TPS, Rabu (19/3/2025).

Ungaran, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan menanam 100 “Losida” (lodong sisa dapur). Program ini bertujuan mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Jika dilakukan secara masif, pola ini mampu mengurangi volume sampah rumah tangga ke TPS hingga 60 persen,” ungkap Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang, Agus Cahyadi, Rabu (19/3/2025).

DLH berencana memperluas program serupa ke Desa Gemawang (Kecamatan Jambu), Desa Pringsari (Kecamatan Pringapus), dan Desa Kesongo (Kecamatan Tuntang) pada tahun 2025. Desa Kenteng dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan dukungan antusias dari Pemerintah Desa.

Ketua Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII), Lidya Fransiska, menjelaskan bahwa Losida adalah paralon yang ditanam dalam tanah sebagai tempat pembuangan sampah organik. Paralon sepanjang 1,5 meter ini dilubangi di bagian bawah dan ditanam hingga batas lubang teratas.

“Sampah organik dimasukkan ke paralon dan ditutup rapat. Dalam tiga minggu, sampah akan terurai menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanaman,” jelas Lidya.

YPCII bekerja sama dengan DLH menyediakan paralon dan mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah di tingkat rumah tangga.

Kepala Desa Kenteng, Nurtatik, menyatakan bahwa 100 Losida telah ditanam di tujuh dusun. “Warga sangat antusias. Kami terus sosialisasi agar semakin banyak warga memiliki Losida,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN