Muara Enim, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran tren belanja daring, Desa Sumber Mulya di Kecamatan Lubai Ulu justru memilih kembali ke akar kekuatan ekonomi lokal. Melalui sinergi antara Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan BUMDes Rasan Mulya, warga setempat melakukan aksi “bedah pasar” secara kolektif untuk mengubah wajah pasar desa menjadi lebih nyaman dan produktif.
Langkah ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa. Perbaikan lapak-lapak yang rusak dan penataan ulang area dagang dilakukan agar transaksi antara pedagang dan pembeli berjalan lebih optimal.
BUMDes sebagai Lokomotif Inovasi
Manajer Sub-Pasar, Udin (Tien), memimpin langsung petugas pasar dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam aksi fisik tersebut. Keterlibatan BUMDes Rasan Mulya menunjukkan pergeseran tata kelola pasar desa yang kini lebih profesional namun tetap berbasis komunitas.
Plh Kepala Desa Sumber Mulya menegaskan bahwa momentum bulan suci menjadi penggerak spiritual bagi warga untuk bahu-membahu. “Semoga apa yang kita lakukan membawa berkah bagi kita semua dan menjadi fondasi kemajuan ekonomi desa,” ujarnya dalam rapat koordinasi di kantor desa.

Regulasi untuk Kemajuan Bersama
Selain aksi fisik, penguatan tata kelola juga menjadi poin utama. Ketua BPD Sumber Mulya, Ferijunaidi, menekankan pentingnya transparansi dan pemahaman bersama mengenai peraturan pasar yang baru ditetapkan. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan akan memudahkan rencana jangka panjang dalam memajukan desa.
“Peraturan ini dibuat agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Kita ingin pasar ini menjadi pusat perputaran uang yang sehat bagi warga,” tegas Ferijunaidi.
Dukungan Legislatif: Kebersihan adalah Magnet Ekonomi
Aksi nyata warga ini menarik perhatian Jonidi, SH, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim. Saat memantau kegiatan tersebut, ia mengingatkan bahwa aspek kebersihan adalah faktor penentu daya saing pasar desa. Menurutnya, pasar yang bersih bukan hanya nyaman, tetapi juga menjadi magnet bagi masyarakat untuk terus berbelanja di sana.
“Pasar adalah urat nadi perekonomian. Jika kebersihan terjaga, aktivitas usaha masyarakat akan terus tumbuh berkelanjutan,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Gotong royong di Desa Sumber Mulya ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi lintas unsur, pasar desa bisa bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang modern tanpa kehilangan jati diri sosialnya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.