Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] – Ada yang unik dalam gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) di Kediri, Lombok Barat, Senin (24/2/2025). Bukan sekadar rapat formal, ajang ini menjadi panggung penguatan identitas melalui tagline inovatif: “Sejahtera dari Desa, Bersama Si Gadis Menuju Lombok Barat yang Maju”.
Pesan tersebut tidak hanya menggema di ruang rapat, tetapi juga tertuang dalam suvenir kaos yang dibagikan kepada peserta. Langkah ini merupakan strategi komunikasi visual untuk mengawal visi besar Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat dalam mewujudkan pembangunan yang dimulai dari akar rumput.
Bottom-Up: Mengunci Usulan di SIPD
Camat Kediri, H. Iswarta Mahmuludin, menegaskan bahwa Musrenbang tahun ini lebih teknis dan presisi. Setiap delegasi desa melakukan pemetaan kebutuhan secara langsung melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Fokus utamanya adalah memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam radar kebijakan daerah, terutama untuk mendukung optimalisasi Program 1 Miliar Satu Desa per Tahun.
“Ini adalah social review murni, aspirasi dari bawah (bottom-up). Semangat sejahtera dari desa adalah kunci perubahan signifikan bagi kemajuan Lombok Barat,” ujar Iswarta.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Kehadiran anggota DPRD Lombok Barat Dapil Kediri–Labuapi, termasuk Haris Karnaen dari Komisi II, memberikan dimensi strategis pada pertemuan ini. Pelibatan legislatif sejak level kecamatan bertujuan untuk menciptakan jalur pengamanan anggaran.
Jika terdapat usulan krusial desa yang tidak terakomodasi dalam daftar prioritas reguler, DPRD siap mengintervensi melalui instrumen kebijakan daerah atau Pokok Pikiran (Pokir) Dewan. Langkah ini diambil agar sinkronisasi usulan tetap terjaga hingga ke tingkat Musrenbang Kabupaten.
Maraton Pembangunan 2025
Musrenbangcam di Kediri merupakan bagian dari rangkaian maraton perencanaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai 19 hingga 26 Februari 2025. Dengan kawalan ketat dari Bappeda, kegiatan ini diharapkan menjadi pedoman pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam proses transformasi menuju Lombok Barat yang maju.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.