Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 16 Apr 2026 05:08 WIB ·

Pangkalpinang Genjot Serapan APBD Tanpa Bebani Dompet Rakyat


					Pangkalpinang Genjot Serapan APBD Tanpa Bebani Dompet Rakyat Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan tarif dasar di tengah proses evaluasi kinerja APBD triwulan pertama. Alih-alih membebani warga dengan kenaikan tarif, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, lebih memilih jalur optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kesadaran membayar PBB tepat waktu.

Dalam rapat koordinasi bulanan di Aula Bappeda, Rabu (15/4/2026), terungkap bahwa realisasi fisik dan keuangan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum mencapai target. Kendala administrasi dan banyaknya hari libur pada awal tahun menjadi pemicu utama yang kini tengah dikejar penyelesaiannya.

Kejar Target Fisik, Perketat Administrasi
Prof. Saparudin menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari kepala OPD hingga lurah, untuk melengkapi bukti pendukung dalam setiap proses penagihan keuangan. Kedisiplinan administrasi ini dipandang vital agar pelayanan publik di tingkat kelurahan tidak terganggu oleh kendala teknis anggaran.

“Evaluasi pada triwulan pertama ini krusial untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan prima,” ujar Saparudin. Ia menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus mampu dipertanggungjawabkan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.

Lurah Jadi Ujung Tombak Pelayanan Inklusif
Kehadiran seluruh lurah dalam rapat evaluasi ini menandakan pentingnya peran kelurahan sebagai wajah terdepan pemerintah. Wali Kota mendorong agar pelayanan di tingkat bawah dilakukan secara inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap perencanaan pembangunan.

Pemerintah Kota berharap, dengan pelayanan yang lebih terbuka dan transparan, masyarakat akan merasa memiliki setiap program pembangunan yang dijalankan. Optimalisasi kinerja ini bukan sekadar mengejar angka laporan, melainkan memastikan inklusivitas pembangunan dirasakan langsung oleh warga di tingkat rukun tetangga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sumbar Gustami Hidayat Serahkan Bantuan Penanganan Rawan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Padang

28 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Trending di KABAR PEMDA