Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat aktivitas masyarakat yang inklusif dan menyejahterakan. Hal ini disampaikan dalam pelantikan pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) se-Sumbar di Auditorium Gubernuran, Sabtu malam (15/2/2026).
Langkah konkret ini dibuktikan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar yang telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp112,56 miliar untuk rumah ibadah. Uniknya, fokus Gubernur tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada investasi sumber daya manusia melalui pemberian jaminan BPJS bagi para marbot serta pelatihan intensif bagi mubalig dan guru TPA/TPQ.
“Mewujudkan masjid yang ramah itu tidak hanya soal fisik bangunan yang megah, tetapi juga soal kesehatan mental dan kesejahteraan pengelolanya,” ujar Mahyeldi.
Ekosistem Masjid yang Inklusif
Sudut pandang “Masjid Ramah” yang diusung Pemprov Sumbar mencakup keramahan mental dan pelayanan. IPIM dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) diajak bersinergi dengan Kemenag untuk memastikan masjid menjadi ruang aman bagi semua kalangan. Masjid diharapkan kembali ke fungsi asalnya sebagai pusat peradaban, tempat diskusi produktif, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Adaptasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Senada dengan Gubernur, Staf Khusus Menteri Agama, Farid F. Saenong, menyatakan bahwa tantangan efisiensi anggaran pemerintah pusat tidak akan menyurutkan pelayanan keagamaan. Kemenag tetap menjamin keberlanjutan program pembinaan imam masjid dengan pola kerja yang lebih adaptif.
“Bapak Menteri berkomitmen menjaga program pelayanan tetap berjalan. Efisiensi bukan penghalang, kita hanya perlu lebih kreatif dan efisien dalam perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,” jelas Farid.
Sinergitas antara pemerintah daerah, pusat, dan organisasi profesi seperti IPIM menjadi kunci utama. Di tengah keterbatasan fiskal, kolaborasi ini memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas spiritual dan sosial masyarakat di Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.