Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 21 Nov 2024 10:57 WIB ·

Modal Nekat, Desa Kaliaman Jepara Menuju Desa Mandiri Sampah


					Modal Nekat, Desa Kaliaman Jepara Menuju Desa Mandiri Sampah Perbesar

Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Siapa sangka, sebuah desa kecil dengan anggaran terbatas mampu mengguncang panggung inovasi lingkungan tingkat Jawa Tengah. Desa Kaliaman kini resmi masuk dalam radar penilaian penghargaan Desa Mandiri Sampah tingkat provinsi. Melalui BUMDes Amanah Sejahtera Mandiri, desa ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi musibah, melainkan “tambang emas” baru bagi warga lokal.

Keberhasilan Desa Kaliaman menembus tahap seleksi provinsi ini menjadi angin segar bagi tata kelola sampah di tingkat akar rumput. Di saat banyak daerah mengeluhkan mahalnya infrastruktur pengolahan limbah, Kaliaman justru bergerak dengan formula sederhana namun efektif: pengumpulan selektif, pemilahan disiplin, dan pengolahan kreatif.

Inovasi Berbasis “Modal Semangat”
Kepala Desa Kaliaman, Masheru Hepnato, mengungkapkan rahasia di balik layar kesuksesan desanya. Menariknya, ia secara jujur mengakui bahwa desa mereka tidak memiliki modal besar dalam bentuk materi.

“Sebenarnya kami tidak punya banyak modal, namun semangat kami sangat tinggi untuk menghadirkan solusi atas masalah lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” ujar Masheru.

Sudut pandang ini memberikan perspektif baru bahwa kunci kemandirian desa tidak selalu tentang kucuran dana, melainkan kemampuan mengubah pola pikir masyarakat. Dari sampah organik yang diolah menjadi produk bernilai guna hingga sampah anorganik yang masuk ke bank sampah, semuanya dikelola secara berkelanjutan.

Dampak Nyata: Lingkungan Asri dan Dompet Terisi
Efek domino dari program ini sudah mulai dirasakan warga. Desa Kaliaman kini tampil lebih asri tanpa pemandangan sampah berserakan di pinggir jalan. Dari sisi ekonomi, keberadaan bank sampah sukses membuka peluang usaha tambahan bagi keluarga di desa tersebut.

Lolosnya Kaliaman ke tahap penilaian provinsi diharapkan tidak hanya berakhir sebagai piala di lemari desa. Penghargaan ini diproyeksikan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Jawa Tengah untuk berhenti memandang sampah sebagai beban dan mulai melihatnya sebagai komoditas.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami dan desa lain untuk mengikuti jejak pengelolaan mandiri. Kami ingin membuktikan bahwa desa kecil pun bisa bersinar jika gotong royongnya kuat,” pungkas Masheru.

Jika berhasil meraih titel Desa Mandiri Sampah, Kaliaman akan menjadi mercusuar bagi gerakan lingkungan berbasis komunitas di Indonesia, membuktikan bahwa solusi krisis iklim global bisa dimulai dari tindakan lokal yang konsisten.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN