Jakarta [DESA MERDEKA] – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, berencana mengoptimalkan aset-aset negara yang belum termanfaatkan seperti gedung sekolah terbengkalai, kantor kelurahan, atau balai desa sebagai gudang swadaya pangan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari imbauannya kepada kepala daerah untuk segera membentuk Koperasi Merah Putih.
“Saya yakin ini bisa tercapai karena kita tidak perlu membangun gudang baru,” ujar Zulhas. Menurutnya, pemanfaatan kembali aset-aset tersebut hanya perlu penjenamaan (branding) agar akselerasi pemberdayaan dan pelayanan masyarakat dapat segera terwujud.
Zulhas menjelaskan bahwa pemanfaatan aset ini menjadi krusial mengingat kapasitas gudang yang ada saat ini telah penuh dengan pasokan beras, sehingga tidak mampu menampung jagung. “Kita mampu menyerap gabah, tetapi tidak mampu menyerap jagung karena gudangnya tidak tersedia,” tambahnya.
Oleh karena itu, gudang-gudang ini akan berfungsi sebagai perpanjangan tangan untuk penyimpanan gabah, beras, sekaligus jagung. Inisiatif ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan di Tanah Air.
Hingga saat ini, sebanyak 80 contoh purwarupa (mock-up) gudang telah disiapkan dan direncanakan akan diluncurkan oleh Presiden pada 19 Juli 2025. Dalam Pelatihan Capacity Building Penguatan Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Zulhas menargetkan bahwa pada 28 Oktober 2025, sebanyak 70 persen dari total 80 ribu Koperasi Merah Putih sudah dapat diluncurkan secara resmi.
Di akhir kesempatan, Zulhas berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi masyarakat. Selain itu, koperasi ini diharapkan dapat berperan menghilangkan praktik tengkulak nakal dan membantu mengendalikan inflasi, sehingga dapat memberikan berbagai manfaat konkret bagi kesejahteraan masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.