Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

KOPDES MP · 10 Mar 2025 06:30 WIB ·

Rencana Pemerintah Bentuk 70.000 Koperasi Desa Merah Putih, Tuai Kritik


					Rencana Pemerintah Bentuk 70.000 Koperasi Desa Merah Putih, Tuai Kritik Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah berencana membentuk 70.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia dengan tujuan mengelola rantai pasok sembako, produk pertanian, dan obat-obatan di tingkat desa. Rencananya, setiap Kopdes Merah Putih akan mendapatkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Unit pertama koperasi ini dijadwalkan akan diresmikan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih akan berfungsi sebagai agregator untuk meningkatkan harga produk pertanian desa dan stabilisator inflasi. Selain itu, koperasi ini diharapkan dapat menghindarkan warga desa dari jerat pinjaman online dan rentenir.

“Ada bangun gudangnya, ada bangun cold storage-nya, ada bangun grei-nya, terus ada truk. Paling enggak ada dua truk. Truk dan bengkel. Jadi setiap desa punya dua truk,” kata Budi Arie di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Namun, rencana ini menuai kritik dari berbagai pihak. Pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat, mempertanyakan urgensi pembentukan Kopdes Merah Putih, mengingat keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah ada selama ini. Achmad khawatir kehadiran koperasi baru ini justru akan menciptakan kompetisi yang tidak sehat dan memecah sumber daya yang seharusnya dikonsolidasikan.

“Dengan peran yang mirip, kehadiran koperasi desa justru bisa menciptakan kompetisi yang tidak sehat di tingkat desa, memecah sumber daya yang seharusnya bisa dikonsolidasikan, serta menimbulkan ketidakefisienan dalam pengelolaan anggaran negara,” kata Achmad.

Achmad berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya memperkuat BUMDes yang sudah ada, karena memiliki potensi lebih besar untuk dikembangkan dan telah memiliki akar dalam komunitas lokal. Ia juga menyoroti beban fiskal yang besar dari pembentukan Kopdes Merah Putih.

“Dengan anggaran hingga Rp5 miliar per desa akan menelan biaya yang sangat besar. Jika dihitung secara kasar, total anggaran yang diperlukan bisa mencapai Rp350 triliun, angka yang luar biasa besar untuk sebuah program yang belum jelas efektivitasnya,” ujarnya.

Senada dengan Achmad, peneliti di Pusat Riset Kependudukan BRIN, Andy Ahmad Zaelany, menilai peran Kopdes Merah Putih berpotensi tumpang tindih dengan BUMDes dan mengancam keberadaan toko kelontong serta UMKM lokal. Ia juga khawatir sentralisasi seperti ini akan mematikan inisiatif lokal.

Andy menyarankan agar pemerintah fokus pada pengembangan BUMDes dengan memperbaiki kerja personel, mengadopsi inisiatif lokal, dan membangun mekanisme kerja yang memungkinkan koperasi mandiri. Ia juga mengingatkan pada kegagalan Koperasi Unit Desa (KUD) di era Orde Baru akibat masalah pengelolaan dan sumber daya manusia.

“Evaluasi pada BUMDes tidak jauh menyerupai KUD, yakni lemahnya SDM, sulit mencari pengurus yang kompeten. Imbasnya, BUMDes terlihat lemah dalam perencanaan, terlebih lagi dalam masalah pemasaran,” jelas Andy.

Rencana pembentukan Kopdes Merah Putih ini menimbulkan perdebatan mengenai efektivitas dan efisiensi anggaran negara. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak untuk memastikan program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Koperasi Jadul, Kopdes Kini Jadi Startup Gen Z

20 Januari 2026 - 21:02 WIB

Dana Desa Jateng Dipangkas 70 Persen demi Koperasi Merah Putih

8 Januari 2026 - 03:09 WIB

Pembangunan Gedung KDMP Malaka Dikebut, 43 Desa Hibahkan Lahan

4 Januari 2026 - 11:21 WIB

Teladani Bung Hatta, Sumbar Perkuat Koperasi Merah Putih Desa

26 Desember 2025 - 21:19 WIB

87 Desa Batang Gunakan Lahan Terlarang untuk Koperasi

17 Desember 2025 - 10:54 WIB

Koperasi Merah Putih Blitar Genjot Swasembada Pangan Desa

5 Desember 2025 - 00:45 WIB

Trending di KOPDES MP