Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KOPERASI DESA · 24 Jan 2026 23:23 WIB ·

Bayar Listrik Cukup Lewat WhatsApp, Koperasi Desa Kini Mandiri


					PLN menghadirkan layanan pembayaran listrik berbasis Kopdes Merah Putih yang memungkinkan warga desa membayar melalui agen koperasi. (Foto: Dirut PLN Darmawan Prasodjo) Perbesar

PLN menghadirkan layanan pembayaran listrik berbasis Kopdes Merah Putih yang memungkinkan warga desa membayar melalui agen koperasi. (Foto: Dirut PLN Darmawan Prasodjo)

Jakarta [DESA MERDEKA] PT PLN (Persero) melakukan terobosan digital dengan mengubah cara warga desa membayar listrik. Melalui kolaborasi bersama Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, kini pembayaran tagihan dan pembelian token listrik tidak perlu lagi dilakukan di kantor pos atau minimarket, melainkan cukup dari teras rumah menggunakan platform WhatsApp.

Inovasi ini memanfaatkan sistem door-to-door di mana agen koperasi mendatangi rumah warga. Dengan hanya bermodalkan aplikasi WhatsApp yang terhubung langsung ke server pembayaran PLN, transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik.

“Kami mendesain platform ini spesifik agar agen koperasi bisa mendatangi rumah-rumah warga dan mereka langsung bisa membayar listrik di rumah masing-masing,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Mesin Uang Baru untuk Desa
Sudut pandang menarik dari program ini bukan hanya soal kemudahan teknis, melainkan penciptaan ekosistem ekonomi sirkular di pedesaan. Program ini mengubah agen koperasi menjadi unit bisnis yang kompetitif. Setiap transaksi dikenakan biaya administrasi sekitar Rp2.000, yang seluruhnya masuk sebagai kantong pendapatan koperasi desa.

Potensi ekonominya cukup menggiurkan. Jika satu koperasi melayani minimal 1.000 rumah, desa mendapatkan pendapatan rutin (recurring income) sebesar Rp2 juta per bulan. Namun, faktanya rata-rata wilayah kerja Kopdes Merah Putih mencakup 5.000 hingga 8.000 rumah. Artinya, sebuah koperasi desa berpotensi meraup hingga Rp16 juta per bulan hanya dari jasa pembayaran listrik.

Digitalisasi yang Memanusiakan
Meskipun berbasis teknologi tinggi, skema ini tetap mempertahankan interaksi sosial (human touch). Penggunaan platform WhatsApp dipilih karena merupakan aplikasi yang paling akrab di tangan masyarakat desa, sehingga tidak ada hambatan literasi teknologi yang berarti bagi para agen.

Darmawan menegaskan bahwa program ini sudah resmi berjalan dan sedang dalam tahap evaluasi untuk pengembangan skala nasional. Targetnya jelas: memperkuat biaya operasional koperasi secara berkelanjutan sekaligus mempercepat digitalisasi hingga ke pelosok nusantara. Dengan sistem ini, PLN tidak hanya menjual energi, tetapi juga memberdayakan kelembagaan desa untuk lebih mandiri secara finansial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Gerai KDMP Loofoun Telantar, Anggaran Macet Total

7 Juli 2026 - 19:29 WIB

KDKMP Sumbar Jadi Motor Ekonomi Desa Menuju Indonesia Emas

7 Juni 2026 - 15:58 WIB

Koperasi Merah Putih Sumbar: Pilar Ekonomi Desa Mandiri

7 Juni 2026 - 11:02 WIB

Motor Roda Tiga Dongkrak Koperasi Desa Merah Putih Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di KOPERASI DESA