Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 5 Jun 2025 20:35 WIB ·

Wayang Thengul dan Bukak Kupat, Cara Mojoranu Lestarikan Budaya


					Wayang Thengul dan Bukak Kupat, Cara Mojoranu Lestarikan Budaya Perbesar

Bojonegoro [DESA MERDEKA] Suasana semarak memenuhi Desa Mojoranu, Dander, Bojonegoro, pada Rabu (4/6/2025) malam. Ratusan warga memadati halaman Balai Desa Mojoranu untuk menyaksikan pagelaran Wayang Thengul yang telah lama dinantikan. Acara ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Bersih Desa atau Sedekah Bumi, tradisi tahunan yang dihelat Pemerintah Desa Mojoranu sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan ungkapan syukur.

Pagelaran Wayang Thengul, kesenian asli Bojonegoro yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), menampilkan Dalang Ki Trio Wahyu Aji S.Sn. Dalang muda asal Gedangan, Kedungrejo, Kedungadem, Bojonegoro ini berhasil memukau penonton dengan lakon “Wahyu Katentreman” Kembang Cempaka Mulyo Sejatining Waluyo.

Kepala Desa Mojoranu Lukman Hakim (kiri) bersama Dalang Ki Trio Wahyu Aji S.Sn saat prosesi Bukak Kupat dalam puncak Bersih Desa Mojoranu, Rabu (4/6/2025) malam.

Kepala Desa Mojoranu, Lukman Hakim, hadir bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Babinkamtibmas, dan Babinsa Mojoranu. Dalam sambutannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa rangkaian sedekah bumi diawali dengan tahlil bersama pada Selasa (3/6/2025) malam, dilanjutkan doa bersih desa di punden Gedhong makam Mbah Suro Wiloyo pada pagi harinya.

Lukman Hakim menegaskan komitmen pemerintah desa untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal. “Kami ingin menjadi bagian yang ikut mengangkat Wayang Thengul kembali pada masa kejayaan, di mana dulu wayang Thengul selalu mewarnai dalam setiap acara di desa-desa. Maka saya mengundang dalang muda Mas Trio,” ungkapnya penuh semangat. Hal ini selaras dengan program pemerintah daerah Bojonegoro dalam pelestarian identitas budaya.

Sebelum pertunjukan dimulai, sebuah prosesi unik bernama Bukak Kupat digelar. Kepala Desa Lukman Hakim dan Dalang Ki Trio Wahyu Aji bersama-sama menarik janur kupat. Prosesi ini bukan sekadar simbol, melainkan harapan agar seluruh warga Mojoranu terbebas dari segala musibah dan dilancarkan segala urusannya dalam mengarungi kehidupan setahun ke depan.

Dengan lakon “Wahyu Katentreman”, pagelaran Wayang Thengul diharapkan membawa ketenteraman, kedamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi Pemerintah Desa serta seluruh warga Mojoranu. “Semoga dengan acara bersih desa ini, semuanya saja tanpa terkecuali bisa terkabul doa dan hajatnya,” pungkas Lukman Hakim, menutup rangkaian acara dengan doa dan harapan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD