Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 14 Nov 2025 23:21 WIB ·

Wayang Golek Tutup Hajat Bumi Bantarjaya, Pererat Warga


					Wayang Golek Tutup Hajat Bumi Bantarjaya, Pererat Warga Perbesar

Kepala Desa Apresiasi Warga Jaga Budaya Sunda dalam Pesta Rakyat

Bantarjaya, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Rangkaian acara tahunan Hajat Bumi Desa Bantarjaya ditutup secara meriah dengan pertunjukan Wayang Golek pada Jumat malam (14/11/2025). Ribuan warga Desa Bantarjaya dan sekitarnya memadati area panggung, menunjukkan antusiasme tinggi hingga akhir pagelaran. Momen penutupan ini menjadi puncak kebersamaan sekaligus penegasan komitmen warga dalam menjaga kelestarian budaya Sunda.

Kepala Desa Bantarjaya, Abu Jihad Ubaidillah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras siang dan malam untuk memastikan seluruh kegiatan Hajat Bumi berjalan lancar sejak awal hingga penutupan.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia yang sudah bekerja siang dan malam sehingga Hajat Bumi tahun ini berjalan dengan baik,” ujar Abu Jihad di hadapan warga.

Partisipasi Warga Kunci Sukses dan Kelestarian Budaya
Kepala Desa juga menyoroti peran sentral masyarakat dalam kesuksesan acara. Ia mengapresiasi dukungan dan partisipasi aktif warga Desa Bantarjaya, yang telah membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan meriah. Partisipasi ini tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga sumbangsih tenaga dan pikiran yang menguatkan hubungan antarwarga.

“Hatur nuhun ka sadayana warga Bantarjaya anu parantos ngadukung sareng nyumbang partisipasi. Semoga budaya kita tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” tambahnya dalam bahasa Sunda, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin. Pesan ini menekankan bahwa Hajat Bumi bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga sarana penting untuk mewariskan nilai-nilai tradisi dan budaya lokal kepada generasi muda.

Pertunjukan Wayang Golek pada malam puncak menjadi simbol kuat dari upaya Desa Bantarjaya untuk melestarikan warisan budaya Sunda di tengah gempuran modernisasi. Pilihan Wayang Golek sebagai penutup resmi merupakan langkah strategis untuk mengukuhkan identitas budaya lokal dan menarik minat seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Kehadiran Wayang Golek sukses menciptakan momen kebersamaan yang mengikat emosional warga Bantarjaya.

Abu Jihad berharap, semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap budaya ini akan terus tumbuh, menjadikan Hajat Bumi sebagai agenda tahunan yang selalu dinanti dan menjadi barometer kerukunan di Desa Bantarjaya. Kesuksesan pagelaran tahun ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama untuk mempertahankan dan memajukan tradisi lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Singhasari Bangkit: Menenun Asa di Atas Kain Mori, Dari Lilin Sunyi Menuju Panggung Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Menganyam Tradisi, Mengukir Prestasi: Dari Sumberporong untuk Jawa Timur

13 Juni 2026 - 06:48 WIB

Fondasi: Penggerak Ekonomi Desa dan UMKM

12 Juni 2026 - 21:51 WIB

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Trending di SOSBUD